Cara Mendeteksi Kanker Payudara HER2, Meraba Benjolan Saja Tak Cukup

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kanker payudara (pixabay.com)

    Ilustrasi kanker payudara (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kanker payudara tipe Human Epidermal Growth Factor Receptor 2 (HER2) tak bisa dideteksi hanya melalui pemeriksaan patologi termasuk perabaan benjolan.

    Dokter spesialis bedah onkologi di RSCM, Sonar Soni Panigoro mengatakan, penentuan kanker bisa diketahui setelah pemeriksaan patologi.

    "Untuk sampai ke tipe HER2 harus dilanjutkan pemeriksaan imunohistokimia untuk menentukan tipe HER2 atau bukan. Hampir tidak mungkin (benjolannya HER2 atau bukan) diperiksa di rumah," kata dia dalam diskusi terbatas secara virtual, dikutip Minggu, 21 Maret 2021. 

    Dengan kata lain, tidak ada cara mendeteksi kanker payudara tipe HER2 selain melalui pemeriksaan imunohistoskimia. Di sisi lain, tak ada tanda khusus mengarah kecurigaan pada tipe kanker ini selain benjolan payudara yang juga muncul pada tipe lainnya.

    ADVERTISEMENT

    Mengenai pencetus tipe kanker payudara ini, menurut Sonar belum ada penelitian yang yang spesifik memperlihatkan HER2 akibat gaya hidup yang buruk.

    HER2 hanya mengandung reseptor HER2 tanpa reseptor hormon progesteron dan estrogen seperti pada luminal A dan B. Pengobatannya pun hanya kemoterapi dan pemberian obat anti-HER2 atau Trastuzumab.

    "Untuk HER2 hanya bisa diberikan kemoterapi setahun karena setelah itu tidak ada manfaat lain. Untuk obat-obat kemoterapi kita belum mampu produksi karena bahan baku masih sulit dan teknologi yang tidak murah. Trastuzumab masih impor, walau sekarang sudah ada obat yang mirip," tutur Sonar.

    "Awalnya harga Trastuzumab di atas Rp25 juta sekarang sudah ada di bawah Rp10 juta. Namun pemberian untuk stadium dini belum masuk tanggungan BPJS, baru untuk stadium lanjut," kata dia.

    Baca juga: Pasien Kanker Payudara Ingin Coba Terapi Alternatif, Ketahui Risiko dan Batasnya

    Dari sisi peluang bertahan hidup selama lima tahun, penderita kanker payudara tipe HER2 diperkirakan sekitar 75 persen, lebih tinggi dari tipe triple-negatif yang berada di angka 60 persen dan lebih rendah dari luminal A dengan peluang 80-90 persen.

    "Luminal A dan B masih ada obat yang terus diminum jangka panjang. Sementara triple-negatif kemoterapi tidak bisa diberikan seumur hidup, hanya untuk durasi tertentu karena efek cukup berat," kata Sonar.

    Sonar mengingatkan, apapun tipe kankernya, pengobatan pada stadium dini paling dianjurkan. Pengobatan pada stadium 0 atau 1 bisa berpeluang sembuh sekitar 90 persen lebih. Peluang turun menjadi 70 persen pada stadium 2 dan semakin turun menjadi 50 persen pada stadium 3. Sementara pada stadium 4, kanker cenderung sulit disembuhkan, termasuk kanker payudara. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...