Resep Rahasia Rujak Cingur Khas Surabaya, Jangan Lupa Petis

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rujak cingur. Shutterstock

    Ilustrasi rujak cingur. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Rujak cingur, kuliner khas Surabaya. Tak biasa, jenis makanan ini justru dibuat dengan bahan yang berbeda dengan rujak pada umumnya. Cingur pakai irisan tulang rawan hidung sapi yang teksturnya kenyal dan lunak. Dilumuri dengan petis, pasta hitam olahan udang.

    Konon, sejarahnya rujak cingur berasal dari Mesir. Pada masa perdagangan, resep ini dibawa hingga ke Tanjung Perak Surabaya. Dulunya pakai daging hidung unta. Tapi divariasikan jadi berbahan hidung sapi. Cingur artinya mulut, merujuk pada mulut ataupun moncong sapi yang direbus. Sehingga disebut dengan rujak cingur.

    Adapun bahan masakan rujak cingur adalah tulang rawan hidung sapi atau kikil, tauge, kacang panjang dipotong-potong. Kangkung, pisang batu yang diparut kasar, tempe dan tahu goreng. Untuk bahan pastanya pakai petis udang, kacang tanah yang digoreng, kecap manis, asam dan air masak.

    Baca: Nikmatnya Rujak Cingur Buatan Sendiri, Ayo Coba Resepnya

    ADVERTISEMENT

    Berikut resep memasak rujak cingur:

    Terlebih dahulu, rebus cingur yang telah dibersihkan, lalu potong dadu. Setelah matang, kemudian rebus tauge, kacang panjang dan kangkung. Tempe dan tahu yang telah digoreng juga dipotong, sisihkan.

    Campur bumbu rujak cingur dengan petis, sayuran, tempe, dan tahu, aduk rata. Tambahkan bawang goreng dan kerupuk supaya lebih nikmat. Rujak cingur siap disajikan dan dinikmati.

    RAUDATUL ADAWIYAH NASUTION


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.