Ibu Menyusui Dilarang Diet Ketat, Enam Zat Gizi Ini Diperlukan untuk ASI

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menyusui. SpineUniverse

    Ilustrasi menyusui. SpineUniverse

    TEMPO.CO, Jakarta - Ibu menyusui tidak disarankan untuk melakukan diet ketat apalagi tanpa pengawasan dokter. Sebab, kuantitas dan kualitas air susu ibu sangat dipengaruhi oleh asupan gizi ibu. 

    Perlu diketahui untuk memproduksi 100 ml ASI (setara dengan 75 kkal) dibutuhkan energi sekitar 85 kkal. Pada 6 bulan pertama, ibu menyusui dapat menghasilkan ASI rata-rata 750 ml/hari.

    Menurut rekomendasi AKG 2019, pada 6 bulan pertama ibu menyusui membutuhkan tambahan energi sebanyak 330 kkal sampai 400 kkal dari kebutuhan energi harian perempuan dewasa (kebutuhan harian perempuan dewasa usia 19-29 tahun sebesar 2.250 kkal).

    "Diet ketat dapat mengurangi produksi ASI, pemantauan penurunan berat badan harus yang terarah, sesuai dengan kebutuhan metabolisme ibu yang menyusui dan adanya penyembuhan luka operasi atau jahitan jalan lahir pasca melahirkan," kata dokter spesialis gizi Patricia Halim Puteri dalam acara Klinik Health360 Indonesia, Selasa, 9 Maret 2021. 

    ADVERTISEMENT

    Ibu menyusui harus memperhatikan asupan gizi dan nutrisinya dengan mengonsumsi aneka jenis pangan yang lebih beragam untuk memenuhi kebutuhan energi, protein dan zat gizi mikro (vitamin dan mineral), untuk pemeliharaan kesehatan ibu dan produksi ASI.

    Baca juga: Asupan Ibu Hamil dan Menyusui Kurang, Waspadai Dampak Buruk Stunting pada Anak

    Ada beberapa zat gizi yang harus dipenuhi oleh ibu menyusui, seperti energi yang bisa didapatkan dari beras/nasi, jagung, gandum, umbi-umbian dan lainnya. Kemudian protein hewani/nabati yang berjumlah 15-25 persen dari total kalori.

    "Ibu menyusui juga membutuhkan tambahan lemak harian sebanyak 2,2 gram pada 6 bulan pertama dan pada 6 bulan selanjutnya. Sementara kebutuhan lemak harian perempuan dewasa adalah 60-70 gram, namun, yang perlu dikonsumsi adalah lemak baik atau lemak tak jenuh, seperti alpukat, salmon, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun," kata dr. Patricia.

    Serat juga sangat penting untuk ibu menyusui. Perempuan dewasa pada umumnya membutuhkan serat 20-30 gram per hari, sedangkan ibu menyusui membutuhkan tambahan serat sebanyak 5 gram pada 6 bulan pertama dan 6 gram per hari pada bulan-bulan selanjutnya.

    Zat gizi lain yang juga diperlukan oleh ibu menyusui adalah kalsium. Perempuan dewasa per harinya memerlukan 1.000 mg kalsium, sedangkan ibu menyusui membutuhkan tambahan asupan kalsium sebanyak 200 mg per harinya.

    Ibu menyusui juga perlu asupan air mineral. Perempuan dewasa membutuhkan 2.300 ml air setiap harinya. Sedangkan, ibu menyusui membutuhkan tambahan cairan sebanyak 800 ml setiap harinya dari perempuan dewasa biasanya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...