Dicari 20 Brand Modest Fashion yang Mau Kembangkan Bisnis di ModestFFFUND

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hannie Hananto mengusung tema Generasi Micin dalam penutupan Muslim Fashion Festival atau Muffest 2020 di Jakarta, Ahad, 23 Februari 2020. TEMPO/ Eka Wahyu Pramita

    Hannie Hananto mengusung tema Generasi Micin dalam penutupan Muslim Fashion Festival atau Muffest 2020 di Jakarta, Ahad, 23 Februari 2020. TEMPO/ Eka Wahyu Pramita

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kembali mengadakan program "Modest Fashion Founders Fund 2021 (ModestFFFUND)" yang akan memberikan pendampingan bagi brand modest fashion atau busana muslim dalam mengembangkan bisnis, termasuk peningkatan kapasitas dan akses permodalan.

    Bekerja sama dengan Franka Soeria, Co-Founder #Markamarie & Modest Fashion Weeks, program ini akan memilih 20 brand modest fashion terbaik untuk mengikuti creative workshop dengan mentor dari dalam dan luar negeri, serta berkesempatan mendapatkan pembiayaan dan permodalan melalui pitching kepada lembaga pendanaan dan investor.

    Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf / Baparekraf, Fadjar Hutomo, dalam acara peluncuran "Modest Fashion Founders Fund (ModestFFFUND)", menjelaskan, program yang pertama kali dilaksanakan pada 2019 ini meliputi kegiatan capital accelerator dan pengembangan kapasitas bagi para pendiri brand busana muslim.

    “Modest fashion adalah salah satu sub-sektor ekonomi kreatif yang selama ini berkontribusi besar pada perekonomian. Kami memahami bahwa dengan adanya pandemi, brand-brand sangat membutuhkan dukungan dari berbagai sisi. Melalui program ini, Direktorat Akses Pembiayaan Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf berusaha mendukung dari sisi akses pembiayaan dan investasi," ujar Fadjar Hutomo, Selasa, 23 Februari 2021.

    Pada 2019, ModestFFFUND telah melahirkan Top 20 yang terdiri dari brand modest fashion yang kuat secara bisnis. Di antaranya Dresssofia, Swimsweets, WGB, Monika Jufry, Meeta Fauzan, Nonns, WAD Studio, Hannie Hananto, dan masih banyak lagi.

    Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf / Baparekraf, Hanifah Makarim, menjelaskan, program ini membantu menyiapkan pendiri brand modest fashion untuk dilirik oleh potensial investor.

    Baca juga: Mau Jadi Pusat Fashion Muslim Dunia, Indonesia Hadapi Kendala Ini

    Melalui kegiatan ini pelaku desainer modest fashion diharapkan mendapat pengetahuan yang lebih baik dalam mengelola usaha kreatifnya. Lebih jauh, dapat mendukung terwujudnya Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia.

    "Kami ingin melahirkan lebih banyak brand modest fashion yang kuat secara bisnis dan finansial. Penyelenggaraan program ini akan melibatkan berbagai mentor dari fashion, keuangan, digital marketing hingga perbankan syariah dan venture capital,” jelas Hanifah Makarim.

    Sementara Franka Soeria menambahkan, selama ini program serupa di bidang fashion selalu menitikberatkan pada desain. Fokusnya adalah fashion sebagai bisnis dan penggerak ekonomi.

    "Karena itu, kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi semua founder modest fashion baik yang senior, masih baru, brand online, maupun pengusaha modest fashion tanpa pandang bulu. Meski begitu mereka harus memiliki dasar yang serius dalam berusaha, telah memiliki perusahaan minimal satu tahun, memiliki laporan keuangan dan aspek kelegalan lain yang sudah selayaknya dimiliki sebuah bisnis, ” kata Franka Soeria.

    Bersamaan dalam acara peluncuran ini juga diumumkan berbagai tahapan ModestFFFUND 2021 yang dimulai dengan pendaftaran secara daring mulai 23 Februari hingga 13 Maret 2021.

    Selanjutnya diikuti dengan tahapan seleksi Top 100, penjurian pemilihan Top 20 brand modest fashion, Penyelenggaraan Creative Workshop, Mentoring Pitching, Pitching, Final Fashion Show, Bazaar Online di Marketplace, dan Mentoring Pasca-Event.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.