Botol Pintar Olike, Bikin Anak Semangat Minum Mengejar Bintang

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak perempuan, Tatyana, 6 tahun, sedang menggenggam botol minum pintar Olike Smart Bottle. Dok. Reza Maulana

    Seorang anak perempuan, Tatyana, 6 tahun, sedang menggenggam botol minum pintar Olike Smart Bottle. Dok. Reza Maulana

    TEMPO.CO, Jakarta - Keheningan rumah kami seketika buyar oleh suara bocah perempuan. "Huh, kamu hari ini enggak minum. Mana ada tenaga buat main." Bahana itu berasal dari Olike Smart Bottle yang ngejogrok di sudut ruangan. Tatyana, 6 tahun, segera meraih botol pink tersebut, menyedot air mineral di dalamnya, lalu kembali asyik menggambar.

    Tugas utama botol pintar ini mendorong anak memenuhi kebutuhan air harian. Olike -produsen mainan di bawah manajemen Imoo, awalnya mencari ide perihal keperluan anak, setelah meluncurkan produk edukatif, seperti tablet gambar dan sajadah elektronik. "Dari evaluasi, kami mendapati soal pentingnya asupan air," kata Felix Hauw, manajer produk Olike dalam konferensi pers virtual, Rabu, 17 Februari 2021.

    Hasilnya adalah botol minum yang bisa bicara. Bentuknya mirip robot dengan tampilan mata pada bagian kepala. Anak-anak, setidaknya yang seumuran anak saya, dijamin terhibur saat melihat tongkrongannya. Senyum anak akan semakin mengembang begitu si botol mulai ngomong. Dia akan mengingatkan pemiliknya jika tidak minum dalam dua jam dan menyajikan lagu saban air mengalir keluar lewat sedotan silikonnya.

    Memang, komunikasi botol pintar itu hanya satu arah, tapi cukup untuk membuat anak merasa punya teman ngobrol. Sebab, ada 250 kalimat plus 50 skenario percakapan yang bisa dia sampaikan. Isinya mulai tebak-tebakan, dorongan untuk membantu orang tua membersihkan rumah, sampai menginformasikan Bogor sebagai Kota Hujan.

    Olike Smart Bottle. Dok. Olike

    Tampilan di layar LED akan memunculkan satu bintang setiap pengguna menghabiskan 400 mililiter. Angka itu setara kapasitas Olike Smart Bottle. Jumlah bintang terbanyak adalah empat, yang berarti terpenuhinya rata-rata kebutuhan air harian anak.

    Menurut Dokter Spesialis Anak, Lucy Amelia, anak usia 1 sampai 3 tahun perlu sekitar 1.300 mililiter per hari. Sementara anak usia 4 sampai 8 tahun sekitar 1.700 mililiter air sehari. "Kebutuhan air itu termasuk yang didapat dari makanan," katanya.

    Meski sekilas terlihat remeh, fitur kalkulator air ini sukses membuat anak saya rajin minum air. Bocah enam tahun itu menyamakan proses 'mengejar bintang' di botol pintar dengan mendapatkan bintang penuh di video game. Kepintaran lain dari botol vakum insulasi termal ini adalah peringatan jika air terlalu panas. Batasnya, 45 derajat celsius. Tampilan mata robot di layar LED berubah jadi merah dan saat botol di buka, dia akan mengatakan air itu kelewat panas untuk diminum.

    Tingkat kepintaran botol ini bisa meningkat jika dilengkapi pengaturan tingkat suara. Bayangkan jika botol itu tiba-tiba meneriakkan waktu minum saat ditempatkan di sisi anak yang sedang asik tidur siang. Fitur lain yang bisa produsen tambahkan adalah pemilihan bahasa. Bukan apa-apa, sebagian bocah generasi YouTube ini kadang lebih terbiasa berbahasa Inggris ketimbang bicara dalam bahasa ibu mereka.

    Olike Smart Bottle. Dok. Olike

    Kelemahan botol pintar ini ada di ketahanan terhadap benturan, sesuatu yang kerap menimpa barang anak-anak. Bagian badan botol memang relatif tahan banting. Felix Hauw menyatakan jatuh dari ketinggian satu meteran tidak akan merusak Olike Smart Bottle. Tapi itu dengan catatan, benturan mengenai bagian bawah botol. Beda cerita jika jatuhnya nyungsep. Komponen elektronik di bagian kepala bisa rusak. Olike mengantisipasi insiden tersebut dengan memberi titik berat botol di dasar. "Sehingga kalau jatuh, benturannya di bawah," ujar Felix.

    Pengguna juga perlu berhati-hati saat mencuci botol minum seharga Rp 799 ribu yang dijual di Tokopedia dan Toys Kingdom ini. Kebiasaan merendam botol dengan air sabun atau air hangat pantang dilakukan untuk tutup botol. "Sebab, sensornya ada di kepala," kata Fiki Khaerul Umami, manajer hubungan masyarakat Olike. Dia menyarankan pencucian bagian kepala cukup dengan percikan air. Ada pun bagian badan dan sedotan bisa dicuci seperti biasa, termasuk direndam air panas.

    Baca juga:
    Bangun Pagi hingga Sebelum Tidur, Ini 7 Waktu yang Tepat Minum Air Putih


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.