5 Makanan Pahit yang Harus Ada dalam Menu Makanan Sehari-hari

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pare. pixabay.com/VitaminaMov

    Ilustrasi pare. pixabay.com/VitaminaMov

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam dunia kuliner, makanan pahit adalah makanan yang selalu ditinggalkan. Banyak orang lebih memilih makanan penutup dan sering mendambakan hidangan gurih yang menenangkan, dibanding makanan pahit karena rasanya yang kuat. Namun, makanan pahit sangat bergizi dan dapat meningkatkan kesehatan serta melindungi Anda dari beberapa penyakit. Salah satunya untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

    Makanan dengan rasa yang kuat disebut pahit karena meningkatkan air liur dan asam lambung. Memasukkan makanan ini ke dalam makanan dapat membantu menstimulasi sistem pencernaan dan meningkatkan penyerapan nutrisi dari makanan. Makanan ini juga dapat mencegah usus bocor dan peradangan pada tubuh. Selain itu, kandungan nutrisi yang tinggi pada makanan dapat meningkatkan metabolisme dan kekebalan tubuh. Berikut 5 makanan pahit yang harus Anda masukkan ke dalam menu makanan seperti dilansir dari laman Times of India

    Makanan pahit kaya nutrisi

    1. Pare

    Pare adalah sayuran umum yang selalu menduduki puncak daftar makanan pahit dan paling tidak disukai. Tapi didalamnya terdapat fitokimia sehat seperti triterpenoid, polifenol dan flavonoid yang diketahui dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker. Ini juga merupakan obat alami untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Kandungan antioksidan di dalamnya juga dapat membantu mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas.

    2. Sayuran Cruciferous

    Sayuran berdaun silangan hijau juga termasuk dalam kategori makanan pahit. Keluarga silangan seperti brokoli, kubis, lobak, dan bayam. Mereka memiliki rasa yang sangat kuat karena adanya senyawa yang disebut glukosinolat, yang juga bertanggung jawab atas banyak manfaat kesehatannya. Studi menunjukkan bahwa orang yang makan sayuran silangan kurang rentan terhadap kanker.

    3. Kakao

    Tidak semua orang menyukai cokelat hitam yang pahit. Tetapi cokelat hitam sangat sehat karena kandungan kakao yang tinggi. Bubuk kakao dibuat dari biji tanaman kakao dan rasanya pahit dalam bentuk mentahnya. Rasa pahit ini disebabkan adanya polifenol dan antioksidan di dalamnya yang dapat memperlebar pembuluh darah dan mengurangi peradangan. Selain itu juga mengandung mineral seperti seng, tembaga, mangan, magnesium dan besi.

    4. Kulit jeruk

    Buah jeruk seperti lemon dan jeruk dikemas dengan vitamin C dan sering menemukan tempat dalam makanan Anda karena rasanya yang tajam. Namun, kulit buah jeruk sama-sama menyehatkan dan bergizi. Kulit luarnya terasa pahit karena kandungan flavonoid yang melindungi buah dari hama. Faktanya, kulit jeruk mengandung konsentrasi flavonoid yang lebih tinggi daripada bagian buah lainnya. Anda dapat memarut kulitnya dan menambahkannya ke makanan Anda untuk rasa dan kesehatan yang lebih baik.

    Baca juga: 7 Mitos tentang Nutrisi dan Makanan yang Paling Banyak Dipercaya, Padahal...

    5. Teh hijau

    Teh hijau memiliki banyak manfaat kesehatan termasuk penurunan berat badan, pencernaan yang lebih baik, kekebalan dan peningkatan kesehatan jantung. Teh hijau termasuk makanan pahit alami karena adanya katekin dan polifenol. Mengganti secangkir teh atau kopi biasa dengan teh hijau dapat membantu Anda dalam berbagai cara. Dua cangkir teh hijau dalam sehari adalah semua yang Anda butuhkan untuk tetap sehat.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.