Rachel Vennya Nikmati Kerja sambil Mengasuh Anak, Impian yang Jadi Nyata

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rachel Vennya dan kedua anaknya, Xabiru Oshe Al Hakim dan Aurorae Chava Al Hakim (Instagram/@rachelvennya)

    Rachel Vennya dan kedua anaknya, Xabiru Oshe Al Hakim dan Aurorae Chava Al Hakim (Instagram/@rachelvennya)

    TEMPO.CO, JakartaRachel Vennya bersyukur memiliki bisnis yang bisa dikerjakan di rumah sambil mengasuh kedua anaknya, Xabiru Oshe Al Hakim dan Aurorae Chava Al Hakim. Anaknya bersama Niko Al Hakim itu masing-masing berusia tiga dan satu tahun.

    Selebgram yang memiliki bisnis pakaian dan kuliner itu telah memimpikan hal ini sejak lama setelah belajar dari pengalaman masa kecilnya.

    “Mamaku dulu kerja dari jam tujuh sampai jam lima, jadi aku lumayan kurang banyak momen sama mamaku. Aku sempat berharap seandainya aku udah gede aku pengen menghabiskan waktuku sama anak-anak dibandingkan kerja,” kata perempuan berusia 25 tahun ini, di vlog fotografer Rio Motret #Klikkulik episode 24 edisi Valentine "Arti cinta bagi Rachel Vennya, Beby Tsabina, Cassandra Lee & Cathy Sharon" Minggu, 14 Februari 2021. 

    Jadi, ketika keinginannya itu jadi kenyataan, dia merasakan nikmatnya. Di rumah, dia masih menyempatkan diri memasak untuk anak-anaknya, menemani mereka makan, dan mengantarkan mereka tidur siang dan malam.

    ADVERTISEMENT

    Baca juga: Rachel Vennya Ingin Anak-anaknya Selalu Merasa Disayang

    “Kebanyakan aku di rumah. Pagi saat anak-anak ngaji, aku kerja. Aku bisa review barang  atau apa. Siangnya aku kasih makan, aku tidurin siang, kerja lagi. Pas mereka bangun aku udah selesai kerja. Terus aku bisa main (dengan anak-anak) sampai jam tujuh atau delapan. Kalau mereka udah tidur baru ada social life-nya,” ujar selebgram dengan pengikut 5,2 juta ini.

    Anak pertamanya, Xabiru, sebenarnya sudah sempat mengikuti pendidikan prasekolah. Namun, di masa pandemi dan sekolah dilakukan secara online, Rachel memilih mendidiknya sendiri di rumah. Alasannya, dia merasa sekolah online membuat anak-anaknya banyak terpapar layar. 

    Rachel mengaku bahwa dia adalah family woman. Dia berusaha selalu ada untuk keluarganya. Setiap Sabtu atau Minggu, dia mendedikasikan harinya untuk keluarga meskipun sebenarnya dia setiap hari ada di rumah. Dia juga mengajak ibunya berkumpul bersama, minimal untuk makan malam bersama.

    Menurut dia, acara berkumpul bersama keluarga, meskipun setiap hari bertemu, adalah hal yang penting untuk menciptakan ikatan batin atau bonding.

    “Nanti bonding-nya ilang kalau nggak mau usaha. Banyak keluarga menyia-nyiakan kesempatan bonding karena menganggap itu sesuatu hal yang tidak penting,” kata dia.

    Dia mengatakan, kebiasaan itu dia lakukan karena tak pernah memiliki kesempatan yang sama saat kecil. Ayah dan ibunya cerai saat dia masih berusia dua atau tiga tahun.

    “Dulu kalau aku makan siang di kamar, sampai akhirnya dewasa aku baru ngerti harus bikin rules di rumah. Meski agak susah, harus membiasakan diri. Jadi keluarga tetap hangat,” ujar Rachel Vennya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.