Solusi Cincin Kawin Kekecilan Bikin Jari Sakit, Ada Kasus Sampai Menempel Kulit

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Soreang, Kabupten Bandung, memotong cincin kawin yang tersangkut di jari manis seorang ibu. Foto: Dinas Pemadam Kebakaran Soreang

    Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Soreang, Kabupten Bandung, memotong cincin kawin yang tersangkut di jari manis seorang ibu. Foto: Dinas Pemadam Kebakaran Soreang

    TEMPO.CO, Bandung - Kasus cincin kawin yang sudah terlalu kecil dan sulit terlepas dari jari manis sudah sering terjadi. Selebriti Tasya Kamila pernah mengalaminya. Akhirnya dia terpaksa memotong cincin kawin pemberian suami, Randi Bachtiar.

    Baru-baru ini peristiwa yang sama terjdi di Bandung. Sebuah cincin kawin yang sudah terlalu kecil melingkar di jari manis seorang ibu berusia 23 tahun. Dia kesakitan, jarinya bengkak, sampai susah tidur. "Kami mencoba segala cara supaya cincin itu terlepas," kata Nunu Nugraha, petugas Dinas Pemadam Kebakaran Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Ahad, 14 Februari 2021.

    Di rumah, ibu tadi sudah berupaya melepaskan cincin kawin tersebut dengan sabun atau cairan pelicin. Petugas juga telah mencoba menarik cincin dengan menggunakan benang. Semua usaha sia-sia. "Dia kesakitan waktu cincinya ditarik pelan-pelan," kata Nunu.

    Dengan disaksikan suami, petugas kemudian memotong cincin kawin itu dengan alat mini grinder. "Sebenarnya kami enggak enak karena itu cincin kawin, tapi daripada sakit," ujar dia. Dalam waktu singkat cincin kawin itu akhirnya terlepas. Sebelum memotong cincin, petugas menempatkan 'bantalan' di antara cincin dengan kulit di jari manis untuk keamanan.

    ADVERTISEMENT

    Sejak betugas di dinas pemadam kebakaran pada 2018, Nunu mengatakan, petugas sering dimintai tolong untuk melepaskan cincin yang kekecilan. Contoh kasus cincin kekecilan mulai dari cincin kawin, cincin batu akik, cincin perhiasan, cincin aksesori, sampai cincin logam komponen kendaraan yang tersangkut pada jari anak.

    Nunu menceritakan, pernah diminta datang ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Soreang untuk melepas cincin pasien. Pasien itu adalah seorang kakek yang memakai cincin batu akik. Proses pelepasan cincin tersebut cukup berisiko karena cincinnya sudah menempel pada kulit dan infeksi.

    Dokter menyuntikkan bius lokal dulu, barulah petugas dinas pemadam kebakaran beraksi memotong cincin tersebut dengan mini grinder. Pada kasus lain juga ada beberapa cincin yang sulit dilepas dan menyakitkan karena sudah melekat dengan kulit jari. Durasi pemotongan cincin yang kekecilan juga tergantung dari bahan cincin.

    Baca juga:
    Jarinya Bengkak karena Hamil, Tasya Kamila Potong Cincin Kawin


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...