Saran Dokter untuk Mencegah Jerawat karena Pemakaian Masker

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jerawat/komedo. Shutterstock.com

    Ilustrasi jerawat/komedo. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu efek samping penggunaan masker dalam jangka panjang adalah munculnya jerawat yang disebut dengan maskne atau mask acne. Jerawat ini awalnya ditemui untuk pekerja sektor tertentu, tapi kini semakin sering ditemui karena masker bagian dari kehidupan yang tak terpisahkan sejak pandemi COVID-19. 

    Menurut Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit UI Irma Bernadette, salah satu penyebab maskne adalah memakai masker terlalu lama, padahal masker seharusnya diganti setiap tiga jam sekali, apalagi ketika beraktivitas di luar rumah. Risiko munculnya jerawat bisa dikurangi dengan rutin membersihkan wajah setiap mengganti masker. 

    "Sebelum ganti masker baru, cuci kulit wajah dengan sabun, sehingga kemungkinan terjadi penutupan pori jadi lebih sedikit," jelas Irma dalam bincang virtual, Kamis, 11 Februari 2021.

    Dengan rutin cuci muka dengan sabun sebelum memakai masker yang bersih, keringat dan kotoran di wajah bisa dibersihkan dan tidak memicu timbulnya jerawat ketika kulit kembali ditutup dengan masker. Selain itu, memakai kosmetik yang tebal dan menutup pori-pori wajah juga tidak disarankan untuk pemilik kulit berjerawat. Pemilihan bahan masker, terutama masker kain, juga berperan. Jika tidak memakai masker bedah dan memakai masker kain, carilah bahan yang bisa menyerap keringat seperti katun. 

    ADVERTISEMENT

    Baca juga: Pakai Masker Bikin Jerawatan, Simak 4 Tips ala Dokter Reisa Broto Asmoro

    Irma juga tidak menyarankan pemakaian tabir surya, khususnya untuk orang yang jerawatnya dalam kondisi sedang atau berat. Sebab, tabir surya bisa menutup pori-pori sehingga minyak yang harusnya keluar dari pori-pori tersumbat dan memicu jerawat baru. Sebaiknya periksakan dulu kondisi wajah kepada dokter untuk mengetahui penanganan yang sesuai. 

    "Tingkat jerawat sedang atau berat ditentukan oleh dokter," katanya. 

    Jika dokter memang melarang penggunaan tabir surya agar tidak memicu jerawat, ada benda-benda lain yang bisa membantu melindungi kulit dari paparan sinar matahari, di antaranya masker, payung, dan topi ketika keluar rumah. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.