Perempuan Sering Dapat Stereotip di Dunia Kerja, Pengembangan Diri Jadi Kunci

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita bekerja  di depan laptop

    Ilustrasi wanita bekerja di depan laptop

    TEMPO.CO, JakartaPerempuan bisa kok sukses dalam karier dan bisnis. Lihat saja Wakil Presiden Amerika Serikat 2020, Kamala Harris. Dia adalah perempuan pertama dan keturunan Asia-Amerika berhasil menduduki wakil presiden perempuan pertama di negeri paman Sam. Kamala Harris adalah satu dari ratusan juta perempuan hebat di dunia, yang mampu menghadirkan keseimbangan antara kodrati perempuan sebagai istri dalam keluarga dan pemimpin dalam kariernya.

    Tentu contoh sukses perempuan yang sukses di bidang karier tidak hanya Kamala Haris. Ada banyak perempuan berdikari di Indonesia. Data BPS tahun 2019 menyebutkan bahwa terjadi pertumbuhan tenaga kerja perempuan dari tahun 2018 ke 2019 sebanyak 47,95 juta orang tenaga kerja perempuan. Selain itu juga sebanyak 58,04 persen dominasi perempuan sebagai tenaga kerja di bidang usaha jasa di tahun 2019 dibandingkan dengan laki-laki. Perempuan nyatanya memiliki peran dan pembuktian bahwa kehadirannya dapat memberikan dampak yang besar bagi lingkungan sekitarnya.

    Founder Women Empower Women at Work (WEWAW) Jessica Carla mengatakan setiap manusia termasuk perempuan jelas layak menjadi pemimpin. Perempuan siap mengelola bisnis, serta memberikan dampak dan memberdayakan orang-orang di sekitarnya. Perempuan selalu dapat memperkaya diri dalam hal edukasi maupun pengalaman. Jessica pun yakin perempuan berani untuk keluar dari zona nyaman dan mengambil peran untuk mendobrak stereotip yang membatasi perempuan dalam mengembangkan diri dalam berkarier ataupun berbisnis.

    Komunitas sosial yang fokus pada peningkatan karier dan bisnis perempuan Women Empower Women at Work (WEWAW)/WEWAW

    Walau begitu, masih banyak tantangan yang dialami perempuan di dunia kerja. Sering pula para kaum hawa ini mendapatkan stereotip di lapangan kerja. Untuk membantu mensukseskan wanita di dunia kerja, WEWAW, komunitas sosial fokus memberikan referensi, edukasi dan pendampingan bagi perempuan Indonesia dalam bekerja, berkarir dan berbisnis. Seluruhnya dilakukan secara online, lewat kolaborasi bersama para mentor yang tergabung dalam WEWAW, komunitas-komunitas dan para figur publik dengan misi sejalan.

    Jessica Carla mengatakan rutinitas WFH sering membuat isi kepala masyarakat jadi semrawut. Tidak jarang perempuan harus cepat gonta ganti kegiatan karena tidak memiliki jadwal yang tetap seolah jam kerja menjadi kurang jelas. "Maka, sangat penting bagi perempuan Indonesia untuk bisa memperkaya ilmu dan referensi mereka, yang dapat membantu meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dalam bekerja," kata Jessica pada 9 Februari 2021.

    Kelas WEWAW dinamakan Master Class maupun Special Class WEWAW bisa menjadi referensi, edukasi dan pendampingan singkat seputar tema-tema terkini yang berkaitan dengan peningkatan karier dan bisnis. Master Class, kelas 2 jam, juga menjadi menjadi sumber ilmu dan manfaat yang berfokus untuk memberikan solusi praktis bagi WAWgirls (sebutan untuk anggota komunitas WEWAW). "Dengan menghadirkan Kakak Mentor WEWAW dan deretan narasumber berkualitas. Special Class merupakan kelas kolaborasi WEWAW yang berfokus untuk menambah wawasan WAWgirls dalam pengembangan diri. Semua kelas WEWAW saat ini gratis dan terbuka untuk umum," kata Jessica.

    Jessica mengingatkan bahwa ilmu adalah investasi besar untuk masyarakat, terutama perempuan. "Sebagai makhluk dengan akal budi tertinggi, seharusnya terus menggali ilmu. Kelas WEWAW sendiri menargetkan utamanya perempuan usia 17 tahun - 30 tahun, namun tetap terbuka untuk usia di atas 30 tahun," katanya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.