Beda ASI Foremilk dan Hindmilk, Mana yang Lebih Penting untuk Bayi?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menyusui. SpineUniverse

    Ilustrasi menyusui. SpineUniverse

    TEMPO.CO, Jakarta - Air susu ibu atau ASI terbagi menjadi foremilk dan hindmilk, atau sering disebut dengan ASI encer dan kental. Keduanya memiliki komposisi nutrisi yang sedikit berbeda. Tapi mana yang lebih penting bagi bayi? ? 

    Dokter spesialis anak di RSUD Dr Soetomo Surabaya Meta Hanindita mengatakan, banyak orang berpikir bahwa ASI encer lebih baik dibuang karena yang kental dianggap lebih bagus. 

    "Padahal ASI selalu terdiri dari dua bagian yang pertama keluar namanya foremilk, bentuknya lebih encer karena banyak mengandung laktosa yang sangat penting untuk kebutuhan otak anak," kata dia dalam peluncuran dan bincang buku "Mommyclopedia 456 ASI dan Menyusui" secara daring, Sabtu, 6 Februari 2021. 

    Setelah foremilk keluar, akan disusul keluarnya hindmilk yakni bagian ASI yang tinggi lemak. Bagian ASI ini juga sangat penting untuk perkembangan bayi sehingga jangan dibuang. Ini artinya, baik foremilk maupun hindmilk sama pentingnya untuk bayi.

    Kemudian, mengenai kuantitas kedua bagian ASI ini, Meta mengatakan ini bisa sangat subjektif. Dia menekankan pentingnya pemanfaatan data yang memerlukan konsultasi dengan dokter.

    "Banyak foremilk-nya terlalu sedikit hindmilk-nya itu sangat subjektif. Makanya objektifnya data. Kalau berat badannya naiknya baik saya rasa enggak perlu ada kekhawatiran," kata dia.

    Baca juga: 6 Tips agar Produksi ASI Melimpah dan Kental, Tak Cukup dengan Makanan

    Meta mengatakan, agar produksi ASI lancar ingatlah prinsip supply and demand. Jadi, semakin sering ASI dikeluarkan, diperah maka akan semakin sering pula ASI diproduksi. Tetapi ada beberapa hal misalnya stres yang bisa menghambat kelancaran aliran ASI. Oleh karena itu, para ibu menyusui sebaiknya mengendalikan stres mereka.

    Perhatikan pola makan seimbang artinya harus mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral melalui makanan sehari-hari yang bervariasi.

    Terkait kalori, memang kebutuhan ibu menyusui lebih tinggi ketimbang perempuan yang tidak menyusui demi kualitas ASI. Bayi biasanya membutuhkan 450-500 kilo kalori dan ini bisa dicukupi dari satu porsi makanan sehat. Artinya bila ibu setiap hari makan tiga kali maka bisa menambah satu makan menjadi empat bukannya malah enam.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.