8 Penyebab Nyeri Payudara, Pola Makan dan Hormon juga Bisa Bikin Sakit

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi memeriksa payudara. Shutterstock.com

    Ilustrasi memeriksa payudara. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Nyeri payudara bisa sangat mengganggu. Meski belum tentu tanda kanker payudara, banyak perempuan yang mencari tahu penyebabnya. Nyeri yang dalam istilah kedokteran disebut dengan mastalgia ini bisa disebabkan oleh berbagai alasan. 

    Nyeri payudara bisa terkait dengan siklus reproduksi atau bukan. Jika karena siklus, biasanya terasa pegal dan berat, bengkak, kadang-kadang sakitnya bisa menjalar ke ketiak. Kondisi ini biasanya terjadi di masa subur atau menjelang menopause. 

    Selain itu, nyeri bisa disebabkan oleh cedera atau dari otot atau jaringan sekitarnya, tapi jarang. 

    Berikut penyebab nyeri payudara

    ADVERTISEMENT

    1. Tingkat Hormon
    Kebanyakan nyeri payudara berhubungan dengan tingkat dua hormon, estrogen dan progesteron, di tubuh. Ini biasanya terjadi di masa pubertas, menstruasi atau sindrom pramenstrasi, menopause, dan kehamilan di trimester pertama. Di masa menyusui juga kadang terjadi penyumbatan air susu ibu. 

    2. Menyusui
    Menyusui dapat menyebabkan nyeri pada puting payudara saat bayi menempel, kadang bisa sampai pecah dan berdarah. 

    3. Penyakit payudara fibrokistik
    Ini kemungkinan terkait dengan hormon. Jaringan fibrosa (jaringan payudara yang seperti bekas luka atau tali) dan kista (kantung berisi cairan) terbentuk di payudara sehingga terasa bergelombang. Ini bisa menyakitkan, tetapi normal dan biasanya tidak berbahaya. Sekitar setengah dari wanita berusia 20 hingga 50 tahun mengalaminya.

    4. Pola makan
    Pola makan wanita dapat menyebabkan nyeri payudara. Wanita yang mengonsumsi makanan yang tidak sehat, seperti yang tinggi lemak dan karbohidrat olahan, juga berisiko lebih besar mengalami nyeri payudara.

    5. Ukuran payudara
    Wanita dengan payudara lebih besar atau payudara yang tidak proporsional dapat mengalami ketidaknyamanan di leher dan bahu.

    Baca juga: Payudara Nyeri, Jelang Menstruasi atau Kanker? Begini Cara Membedakannya

    6. Operasi payudara
    Jika pernah menjalani operasi pada payudara, nyeri akibat pembentukan jaringan parut dapat bertahan lama setelah sayatan sembuh.

    7. Pengobatan
    Antidepresan, terapi hormon, antibiotik, dan obat-obatan untuk penyakit jantung semuanya dapat menyebabkan nyeri payudara. Jadi, konsultasikan dengan dokter untuk alternatif obat yang lebih nyaman. 

    8. Merokok
    Merokok diketahui meningkatkan kadar epinefrin di jaringan payudara. Ini bisa membuat nyeri payudara. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?