Menurut Studi Seseorang Diketahui Berencana Putus Cinta dari Cara Bicara

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita patah hati atau putus cinta. Freepik.com

    Ilustrasi wanita patah hati atau putus cinta. Freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, menemukan pola bahasa tertentu yang mungkin memprediksi putus cinta beberapa bulan sebelumnya. Studi yang dilakukan oleh para peneliti di University of Texas di Austin, meninjau lebih dari 1 juta postingan Reddit oleh 6.800 pengguna.

    Secara khusus, mereka melihat pengguna yang telah mengumumkan perpisahan di saluran subreddit r / BreakUps dan menganalisis postingan mereka dari tahun sebelumnya dan tahun setelah putus.

    Dengan menganalisis bahasa yang digunakan dalam postingan tersebut, peneliti menemukan bahwa putus cinta mulai memengaruhi orang — dan cara mereka berbicara — hingga tiga bulan sebelum putus, dan dampaknya cenderung berlangsung selama sekitar enam bulan. Dan tidak, indikator linguistik utamanya bukanlah berbagi pilirik lagu sedih atau kutipan — tai sebenarnya penggunaan kata ganti yang jauh lebih halus.

    Para peneliti menemukan orang-orang yang berurusan dengan perpisahan yang akan datang mulai menggunakan kata ganti "saya" dan "kami" lebih sering hingga tiga bulan sebelum perpisahan mereka. Secara keseluruhan, bahasa orang yang putus dengan pasangan, serta orang yang putus, juga menjadi kurang formal dan lebih pribadi. Menurut para peneliti, perubahan ini dapat menunjukkan penurunan dalam pemikiran analitik dan peningkatan proses kognitif.

    "Ini tanda-tanda seseorang membawa beban kognitif yang berat," kata Sarah Seraj, M.S., penulis utama dan kandidat doktor psikologi, seperti dilansir dari laman Mind Body Green. "Mereka sedang memikirkan atau mengerjakan sesuatu dan menjadi lebih fokus pada diri sendiri."

    Secara umum, orang yang depresi atau sedih mungkin mulai lebih sering menggunakan kata "saya", Seraj menjelaskan. "Ketika orang depresi, mereka cenderung fokus pada diri mereka sendiri dan tidak mampu berhubungan dengan orang lain."

    Orang-orang menunjukkan pergeseran bahasa ini bahkan ketika mereka mendiskusikan topik yang sama sekali tidak terkait dengan hubungan. Hal ini menunjukkan betapa luasnya perpisahan dapat memengaruhi kehidupan seseorang di tingkat bawah sadar.

    Sementara pola-pola ini mulai berkurang setelah enam bulan bagi kebanyakan orang, beberapa bahasa pengguna tidak kembali normal hingga satu tahun setelah putus. Mereka yang membutuhkan waktu lebih lama untuk melupakan perpisahan lebih cenderung menceritakan kembali kisah putus mereka selama berbulan-bulan setelah itu terjadi, yang menurut para peneliti membuat mereka lebih sulit untuk move on.

    Meskipun terbuka kepada orang lain dapat membantu memproses trauma atau patah hati, mengungkapkan kembali rasa sakit hati selama berbulan-bulan secara online tanpa menemukan dukungan yang tepat dari orang yang dicintai, mendapatkan tidur yang berkualitas, atau menjaga diri dengan cara lain, dapat mempersulit Anda untuk melupakan perpisahan yang berat.

    Baca juga: 4 Saran Ahli Mengatasi Kecemasan Usai Putus Cinta

    "Tampaknya bahkan sebelum orang sadar bahwa putus cinta akan terjadi, hal itu mulai memengaruhi kehidupan mereka," kata Seraj. "Kami tidak benar-benar memperhatikan berapa kali kami menggunakan preposisi, artikel, atau kata ganti, tetapi kata-kata fungsi ini diubah sedemikian rupa ketika Anda mengalami pergolakan pribadi yang dapat memberi tahu kami banyak hal tentang keadaan emosional dan psikologis kami."

    Waspada terhadap perubahan bahasa yang halus ini dapat membantu orang memberikan dukungan untuk orang yang dicintai sebelum, selama, dan setelah mereka putus cinta.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.