Ibu Hamil Penyintas COVID-19 Bisa Transfer Antibodi ke Bayi, Menurut Studi

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu hamil. shutterstock.com

    Ilustrasi ibu hamil. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal JAMA Pediatrics mengklaim bahwa ibu yang terinfeksi COVID-19 selama kehamilan dapat mentransfer antibodi ke janin mereka melalui plasenta.

    Penelitian tersebut mengambil sampel darah dari lebih dari 1.470 wanita hamil di Rumah Sakit Pennsylvania antara April dan Agustus 2020. Mereka menemukan dan menganalisis antibodi COVID-19 pada 83 ibu baru. Diketahui bahwa sekitar 87 persen bayi mereka yang baru lahir menunjukkan laporan antibodi COVID di tali pusar.

    Jumlah dan sifat antibodi pada bayi baru lahir bergantung pada jenis dan jumlah antibodi yang ada pada ibu selama kehamilannya.

    Menurut para peneliti dari studi tersebut, temuan mereka menunjukkan potensi antibodi yang diturunkan dari ibu hamil untuk memberikan perlindungan neonatal dari infeksi SARS-CoV-2 dan akan membantu menginformasikan pedoman manajemen neonatal dan desain uji coba vaksin selama kehamilan. Demikian dilansir dari Times of India.

    Menurut penelitian itu, imunoglobulin G (IgG) terdeteksi pada 83 dari 1.471 wanita (6 persen) saat melahirkan, dan IgG ditemukan dalam darah tali pusat dari 72 dari 83 bayi baru lahir (87 persen). Ini mencerminkan tingkat IgG yang sama pada ibu dan bayi baru lahir.

    Immunoglobulin G (IgG) adalah sejenis antibodi yang ditemukan dalam darah tali pusat yang membantu melindungi tubuh dari berbagai infeksi.

    Baca juga: Waktu yang Tepat untuk Screening Covid-19 pada Ibu Hamil Menurut Dokter

    Ada 11 bayi yang dites negatif untuk antibodi tersebut disebabkan oleh rendahnya kadar IgG pada ibu mereka atau karena rendahnya jumlah produksi antibodi oleh ibu.

    Sebaliknya, tidak ada antibodi IgM, yang merupakan antibodi pertama yang muncul sebagai respons terhadap paparan awal antigen, ditemukan dalam darah tali pusat ibu, yang menunjukkan bahwa ibu tidak menginfeksi anaknya selama kehamilan karena antibodi IgM tidak dapat ditemukan ditransfer melalui plasenta.

    Para peneliti menyebut perlu studi lebih lanjut untuk menentukan apakah antibodi COVID-19 melindungi terhadap infeksi bayi baru lahir. “Jika demikian, pada konsentrasi apa; dan apakah kinetika transplasental dari antibodi yang diperoleh dari vaksin serupa dengan yang diperoleh secara alami.”


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.