8 Makanan yang Dapat Meningkatkan Stres, Hati-hati pada Gula dan Garam

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi stres/bingung. Shutterstock.com

    Ilustrasi stres/bingung. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Stres rentan terjadi di masa pandemi. Biasanya kondisi ini muncul akibat kekhawatiran berlebih atau beban kerja yang terlalu berat. Namun, ternyata stres juga bisa dipicu oleh makanan. 

    Beberapa makanan dapat meningkatkan kadar hormon kortisol penyebab stres. Jadi, jika tak ingin mengalami, hindari makanan berikut, seperti dilansir dari Times of India, Minggu, 24 Januari 2021.

    1. Gula
    Gula adalah hal pertama yang harus dihindari untuk mengurangi tingkat stres. Makan terlalu banyak gula dapat melepaskan lebih banyak kortisol, yang menyebabkan masalah tidur, mengganggu sistem kekebalan, sakit kepala, menambah stres, dan mengidam makanan yang tidak sehat.

    2. Karbohidrat olahan
    Karbohidrat olahan mungkin terasa enak tetapi tidak ada gunanya bagi tubuh. Ini dapat menyebabkan kadar gula darah berfluktuasi yang dapat membuat Anda merasa mudah tersinggung dan murung.

    3. Alkohol
    Segelas anggur mungkin membuat lebih rileks setelah hari yang sibuk, tetapi minum lebih dari itu dapat menambah stres. Ini karena minum terlalu banyak alkohol melepaskan hormon yang dapat membuat merasa cemas dan stres.

    4. Terlalu banyak kafein
    Minum beberapa cangkir kopi dalam sehari dapat membuat Anda gelisah dan cemas. Cukup minum satu cangkir sehari untuk menjauhkan stres.

    5. Tepung
    Tepung putih atau tepung olahan tidak memiliki serat. Karbohidrat murni ini lebih mudah dicerna sehingga menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Ketika gula darah melonjak, tubuh  melepaskan kortisol yang menyebabkan stres.

    Baca juga: Stres Bisa Turunkan Imunitas, Begini Mengatasinya dalam 5 Menit

    6. Garam
    Terlalu banyak garam dapat menyebabkan retensi air di dalam tubuh, yang menyebabkan tekanan darah tinggi. Kondisi ini membuat jantung lebih stres.

    7. Daging olahan
    Daging olahan seperti hot dog, sosis, dan dendeng mengandung banyak natrium dan aditif. Ini menurunkan tingkat energi dan meningkatkan stres.

    8. Makanan yang digoreng
    Makanan yang digoreng menurunkan energi dan meningkatkan stres. Jadi, ketika mengonsumsinya maka Anda merasa lesu dan tidak nyaman. Cobalah metode memasak lain seperti memanggang, menumis, atau mengukus.

    Meski bisa menyebabkan stres, beberapa makanan tersebut bukan berarti dilarang. Hal terpenting adalah mengontrol porsinya, pastikan tidak berlebihan.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.