Sering Dianggap Tak Sehat Ini 5 Alasan Menyukai Nasi Putih Menurut Ahli Diet

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi nasi putih. Freepik.com/xb100

    Ilustrasi nasi putih. Freepik.com/xb100

    TEMPO.CO, Jakarta - Apakah ada yang memilih nasi merah daripada nasi putih semata-mata karena itu pilihan yang "lebih sehat"? Menurut ahli kesehatan pencernaan dan ahli diet terdaftar Samina Qureshi, nasi putih tidak boleh dianggap tidak sehat, padahal ternyata sarat dengan manfaat.

    “Orang akan memilih nasi merah meskipun itu bukan pilihan pertama mereka dalam upaya untuk menjadi 'sehat'. Saya sering melihat ini dengan klien," kata Qureshi seperti dilansir dari laman Well and Good. “Semua makanan bergizi dan memberi tubuh kita nutrisi berharga yang memenuhi kebutuhan emosional dan fisik kita. Saya tidak melihat nasi merah sebagai pilihan yang lebih sehat, hanya saja profil nutrisinya berbeda dari nasi putih. "

    Nasi merah dan nasi putih pada dasarnya sama, namun nasi putih telah diolah dengan cara menghilangkan lapisan terluarnya agar memiliki umur simpan yang lebih lama dan waktu memasak yang lebih singkat. Karena nasi putih tidak lagi memiliki lapisan terluar, maka seratnya lebih rendah daripada beras merah, kata Qureshi. Tetapi juga karena itu nasi putih sering kali diperkaya dengan vitamin dan mineral yang mungkin hilang selama proses penggilingan — hanya satu manfaat dari nasi putih.

    Belum lama ini Samina Qureshi membagikan di Instagram lima alasan mengapa dia menyukai nasi putih. Simak ulasannya berikut ini. 

    Alasan ahli diet kesehatan pencernaan menyukai nasi putih

    ADVERTISEMENT

    1. Nasi putih memang enak
    Qureshi dengan tegas mengatakan bahwa tidak semua manfaat makanan terkait dengan nutrisi tertentu; menikmati apa yang Anda makan sama pentingnya. Dia menambahkan bahwa nasi adalah bagian utama dari dapur keluarganya di Asia Selatan. “Nasi adalah komponen di piring saya yang menyerap semua rasa dan menghidupkan hidangan,” katanya. "Saya suka makan nasi putih dengan kari, salans, sabzis, tumis, cabai, kabobs, sayuran panggang, dan apa saja yang dapat Anda pikirkan."

    2. Ini bebas gluten
    Jika Anda ingin membuat sup, rebusan, atau casserole yang lebih lezat tetapi mengikuti diet bebas gluten, nasi putih sudah cukup. Ya, ada banyak alternatif pasta bebas gluten di luar sana, tetapi nasi putih kemungkinan merupakan pilihan paling terjangkau yang akan Anda temukan.

    3. Nasi putih memberi Anda energi
    “Nasi putih adalah sumber karbohidrat yang memberi kita energi cepat,” kata Qureshi. “Berkat proses penggilingan, nasi putih dapat dicerna lebih cepat daripada beras merah yang tidak hanya memberi kami energi tetapi juga kenyamanan yang didapat seiring dengan menikmati nasi bersama makanan Anda.”

    4. Memiliki vitamin B, magnesium, dan zat besi
    Zat besi dan vitamin B dalam nasi putih berhubungan langsung dengan khasiat pemberi energi yang disukai Qureshi. Magnesium dalam nasi putih dikaitkan dengan tidur nyenyak, alasan lain mengapa ini adalah kemenangan makan malam.

    5. Nasi putih mudah dicerna
    Qureshi juga menunjukkan bahwa nasi putih mudah untuk sistem pencernaan. Beberapa makanan, seperti daging atau sayuran hijau, membutuhkan lebih banyak pekerjaan untuk dipecah. Karena tidak demikian, nasi putih menjadikannya makanan utama di malam hari saat Anda makan malam hingga larut malam atau saat Anda baru saja sembuh dari sakit dan kembali makan.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.