Kebiasaan yang Harus Dilakukan Usai Menyantap Makanan Tinggi Kolesterol

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi makanan cepat saji (pixabay.com)

    ilustrasi makanan cepat saji (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kolesterol memiliki fungsi utama dalam tubuh manusia, mulai dari pensinyalan seluler hingga apoptosis dan dari meningkatkan fluiditas membran sel hingga bertindak sebagai prekursor hormon steroid seperti estrogen dan testosteron. Namun, kolesterol makanan dianggap sebagai penyebab utama penyakit kardiovaskular di seluruh dunia.

    Melansir laman Boldsky, makanan yang tinggi kolesterol seperti pizza dan burger juga dikemas dengan asam lemak jenuh, yang menggandakan risiko penyakit jantung bersama dengan penyakit lain seperti hipertensi dan diabetes. Perlu dicatat bahwa beberapa makanan berkolesterol tinggi seperti telur, keju, dan jeroan juga tinggi esensial mikronutrien seperti protein, kalsium, zat besi dan magnesium. Namun, bila dikonsumsi dalam jumlah tinggi akan disimpan di dinding arteri dan meningkatkan risiko penyakit yang disebutkan di atas.

    Ada beberapa yang harus dilakukan dan dihindari setelah mengonsumsi makanan tinggi kolesterol. Ini akan membantu Anda meminimalkan efek berbahaya dan mendapatkan manfaat nutrisinya juga.

    Hal-hal yang harus dilakukan usai konsumsi makanan tinggi kolesterol

    1. Minum air hangat
    Keseimbangan mikrobiota usus sangat penting untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Sebuah penelitian mengatakan bahwa minum air hangat menunjukkan efek positif pada pertumbuhan mikrobiota usus, yang pada gilirannya dapat membantu pencernaan makanan berkolesterol, tanpa mengganggu kesehatan saluran cerna.

    ADVERTISEMENT

    2. Membakar sejumlah kalori
    Setelah makan berat kolesterol, sekitar tiga puluh menit berjalan kaki, naik tangga atau segala bentuk aktivitas fisik dapat meningkatkan kinerja perut dan membantu pencernaan. Ini juga dapat membantu mengendalikan berat badan Anda.

    3. Minum minuman detoks
    Minuman detoks adalah cara terbaik untuk membersihkan sistem pencernaan, membuang racun berbahaya, meningkatkan kekebalan, meningkatkan tingkat energi dan mendapatkan kesehatan pencernaan yang lebih baik. Anda dapat menyiapkan minuman detoks dengan mencampurkan air dengan lemon dan jahe, mentimun dan mint, jeruk dan lemon atau apel dan kayu manis.

    4. Minum probiotik
    Probiotik
    adalah organisme hidup yang membantu mendukung bakteri usus dan menjaga kesehatan sistem pencernaan. Makanan seperti yoghurt, kefir dan kimchi mengandung probiotik secara alami. Meskipun disarankan untuk mengonsumsi probiotik sebelum atau selama makan untuk efek yang lebih baik pada perut dan usus, probiotik dapat dikonsumsi kapan saja terlepas dari waktu makan untuk efek positif.

    5. Rencanakan makan berikutnya dengan buah dan sayur
    Setelah asupan makanan berkolesterol tinggi, alihkan ke pola makan sehat dengan banyak sayur, buah, polong-polongan, kacang-kacangan dan biji-bijian. Ini cara terbaik untuk menurunkan kadar kolesterol dan memperbaiki profil lipid. Itulah sebabnya, sebaiknya rencanakan makan terlebih dahulu agar tidak mengonsumsi junk food secara impulsif.

    6. Minum teh hijau
    Sebuah penelitian mengatakan bahwa teh hijau mengurangi kolesterol total yang beredar dan mencegah penyakit kardiovaskular yang berkaitan dengannya. Memasukkan teh hijau dalam kebiasaan diet Anda adalah cara terbaik untuk menjaga kadar kolesterol tetap rendah. Polifenol aktif dalam teh juga membantu pencernaan setelah makan berat.

    7. Tidur nyenyak
    Meskipun tidur langsung setelah makan tidak disarankan, sangat penting untuk menurunkan HDL yang bersirkulasi dalam tubuh. Sebuah penelitian mengatakan bahwa kurang tidur menyebabkan perubahan pada tingkat gen di jalur yang terlibat dalam metabolisme kolesterol. Oleh karena itu, tidur yang nyenyak merupakan suatu keharusan bagi kesehatan secara keseluruhan, terutama untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. 

    Hal-hal yang Harus Dihindari

    8. Hindari segala sesuatu yang dingin
    Meskipun air hangat membantu pencernaan yang mudah, air dingin atau makanan dingin lainnya seperti es krim atau minuman dingin cenderung mengubah mikrobiota usus dan mengurangi kekebalan usus. Makanan berminyak membutuhkan waktu untuk dicerna. Oleh karena itu, mengonsumsi apa pun yang dingin bersama dengan makanan tinggi kolesterol dapat membuat proses pencernaan semakin sulit dan menyebabkan masalah pencernaan seperti kembung atau gangguan pencernaan.

    9. Hindari tidur langsung setelah makan

    Tidur langsung setelah makan berat berbahaya bagi pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan. Ini mencegah isi perut pindah ke usus untuk pencernaan dan dengan demikian, menyebabkan mulas, lambung dan gangguan pencernaan. Ini juga mencegah kalori terbakar yang mengarah pada peningkatan berat badan. Para ahli menyarankan untuk menjaga setidaknya jeda tiga jam antara waktu makan dan waktu tidur. 

    10. Hindari alkohol
    Alkohol menambah kalori ekstra setelah makan berat yang dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan. Selain itu, terlalu banyak alkohol mengganggu kesehatan pencernaan dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Beberapa penelitian mengatakan bahwa sedikit anggur merah dapat membantu meningkatkan kesehatan usus karena kandungan fenoliknya yang kaya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Warga Tak Punya NIK Bisa Divaksinasi, Simak Caranya

    Demi mencapai target tinggi untuk vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan memutuskan warga yang tak punya NIK tetap dapat divaksin. Ini caranya...