Minyak Melati Berkhasiat Redakan Stres dan Gejala Menopause

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bunga melati. Pixabay.com/Monika167

    Ilustrasi bunga melati. Pixabay.com/Monika167

    TEMPO.CO, Jakarta - Melati memiliki wangi yang khas sehingga sering dijadikan bahan untuk membuat minyak esensial. Minyak melati memiliki senyawa aromatik tumbuhan yang diyakini memiliki berbagai manfaat kesehatan, terutama untuk perawatan kulit dan pengurangan stres.

    Selama berabad-abad, melati telah populer karena aromanya yang manis dan romantis dan telah digunakan dalam beberapa parfum paling terkenal di dunia, termasuk Chanel No. 5. Melati juga merupakan bahan umum dalam alkohol, permen, dan makanan penutup.

    Minyak melati dan komponen campuran sintetis minyak esensial melati memiliki khasiat yang menawarkan sejumlah manfaat kesehatan. Minyak ini sering digunakan dalam pengobatan rumahan, mulai dari depresi hingga infeksi.

    Menghirup molekul minyak melati (atau menyerap minyak melati melalui kulit) disebut mengirimkan pesan ke sistem limbik, wilayah otak yang terlibat dalam mengendalikan emosi dan mempengaruhi sistem saraf.

    Ada beberapa uji klinis yang menyelidiki manfaat aromaterapi secara umum. Hasilnya beragam, beberapa penelitian menunjukkan perbaikan suasana hati, kecemasan, tidur, mual, dan nyeri. Penelitian lain melaporkan bahwa aromaterapi ini tidak menunjukkan perubahan gejala.

    Studi yang menyelidiki minyak melati dan melati secara khusus masih terbatas. Tetapi minyak melati diyakini dapat mempengaruhi sejumlah faktor biologis, termasuk detak jantung, tingkat stres, tekanan darah, pernapasan, dan fungsi kekebalan.

    Berikut manfaat minyak melati yang ditangkum Healthline.

    1. Antidepresan
    Sebuah studi yang mengamati minyak esensial melati menemukan bahwa jika dibandingkan dengan plasebo, minyak melati meningkatkan gairah perilaku. Peningkatan ini termasuk saturasi oksigen darah, laju pernapasan, dan tekanan darah sehingga diyakini dapat meredakan depresi dan memperbaiki suasana hati.

    2. Antiseptik
    Minyak melati yang dibuat dari berbagai spesies tanaman diketahui memiliki sifat antibakteri. Satu studi menemukan bahwa minyak melati alami yang berasal dari tanaman Jasminum sambac, serta campuran sintetisnya, menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap satu strain E. coli.

    Minyak melati mungkin efektif dalam mengobati dan mencegah infeksi bila diencerkan dan dioleskan ke kulit atau digunakan sebagai bilasan untuk infeksi mulut, seperti sariawan.

    3. Penambah gairah
    Aroma romantis Jasmine telah lama dipercaya memiliki efek afrodisiak. Di India, minyak melati digunakan di kamar tidur pengantin baru untuk mengatur suasana romantis.

    4. Mengatasi kejang
    Melati digunakan sebagai pengobatan rumahan untuk mengobati kejang di berbagai bagian tubuh, mulai dari kejang perut yang menyebabkan kram hingga batuk spasmodik. Satu studi juga menemukan minyak melati efektif dalam mengurangi nyeri persalinan ketika diencerkan dan digunakan untuk pijat. 

    5. Mengatasi masalah kulit
    Minyak melati mungkin memiliki efek cicatrizing dan mempercepat penyembuhan luka melalui pembentukan jaringan parut. Menurut studi, minyak melati juga memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat bermanfaat dalam perawatan kulit secara umum dan pengobatan psoriasis.

    6. Mengurangi gejala menopause
    Minyak esensial, termasuk melati, digunakan sejak lama untuk mengobati gejala menopause, seperti hot flashes dan depresi, saat digunakan untuk memijat. Meskipun bukti tentang efek melati pada gejala menopause sangat terbatas, melati terbukti efektif dalam meningkatkan suasana hati dan mengurangi depresi.

    7. Melancarkan ASI
    Bunga melati adalah obat rumahan populer yang dipercaya dapat meningkatkan produksi air susu ibu atau ASI. Ibu menyusui di beberapa daerah di India Selatan memakai untaian bunga melati di rambut karena hubungannya dengan peningkatan laktasi dan penundaan ovulasi.

    Beberapa ahli percaya bahwa efek menghirup melati pada otak mungkin terkait dengan perubahan hormonal yang menyebabkan peningkatan laktasi. Tapi belum ada bukti ilmiah yang mengaitkan melati dengan peningkatan laktasi.

    8. Menenangkan
    Minyak melati disebut memiliki efek menenangkan. Sebuah studi menemukan bahwa bau teh melati pada konsentrasi terendah memiliki efek penenang yang mengatur suasana hati dan aktivitas saraf.

    HEALTHLINE | VERYWELL HEALTH 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.