Diet Mediterania jadi Diet Terbaik 2021, Keto yang Terburuk

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi diet (pixabay.com)

    Ilustrasi diet (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Diet Mediterania berada di peringkat pertama diet terbaik secara keseluruhan untuk 2021 menurut US News and World Report’s. Diet ini berada di posisi yang sama dalam empat tahun berturut-turut. Para ahli gizi dan ahli di bidang diabetes, kesehatan jantung, dan penurunan berat badan memilih diet Mediterania sebagai pilihan utama dari 39 pola makan, termasuk Keto, Weight Watchers, dan Atkins.

    Kebiasaan diet berdasarkan makanan tradisional dari kawasan Mediterania, termasuk Yunani, Italia, Prancis itu dipilih karena mudah diikuti, berbasis bukti, dan bergizi seimbang. Meski berasal dari Mediterania, diet ini mudah disesuaikan dengan pola makan di mana saja.

    "Pola makan itu mendukung berbagai budaya dan makanan, terkadang 'diet konvensional' berarti Anda harus makan dengan cara khusus ini dan tidak mengizinkan fleksibilitas dan individualisasi,” kata Maya Feller, ahli diet terdaftar di Brooklyn, seperti dikutip Today.

    Tren diet yang menekankan pada buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian selalu dianggap sebagai salah satu diet paling sehat. Pola makan ini baik untuk menjaga kesehatan jantung, mencegah penyakit dan meningkatkan umur panjang.

    ADVERTISEMENT

    Diet DASH dan flexitarian, yang mirip dengan diet Mediterania, menempati posisi kedua dan ketiga dalam kategori yang sama.

    Selain mempertahankan posisi puncaknya di kategori Pola Makan Terbaik secara Keseluruhan, diet Mediterania juga menempati urutan teratas dalam Diet Terbaik untuk Makan Sehat, Diet Paling Mudah untuk Diikuti, Diet Terbaik untuk Diabetes, dan Berbasis Tanaman Terbaik.

    Anehnya, diet keto yang paling banyak dicari, Whole30 dan Atkins berada di peringkat paling rendah di daftar ini. Alasannya, pola makan ini memiliki keberlanjutan dan pembatasan yang buruk.

    Diet Mediterania berfokus pada lebih banyak produk hijau, biji-bijian, kacang-kacangan, dan minyak zaitun. Konsumsi unggas, ikan dan daging merah dibatasi setiap minggu, sedangkan produk susu dikonsumsi dalam jumlah sedang. Aktif secara fisik dan minum anggur merah secukupnya juga merupakan bagian dari pola makan ini.

    Diet ini mulai tren pada 1960-an setelah diketahui bahwa orang yang tinggal di negara-negara Mediterania lebih sedikit meninggal akibat penyakit jantung koroner dibandingkan dengan AS dan bagian lain Eropa.

    Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengakui ini sebagai pola makan yang sehat dan berkelanjutan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa diet Mediterania dapat membantu menurunkan berat badan, mencegah serangan jantung, stroke, diabetes tipe 2, dan kematian dini.

    Menurut American Heart Association, rata-rata diet Mediterania mengandung persentase kalori yang tinggi dari lemak. Namun tidak berbahaya karena berasal dari lemak tak jenuh tunggal, seperti minyak zaitun.

    TIMES OF INDIA | NBC NEWS | TODAY


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?