Gejala COVID-19 yang Terkait dengan Pola Makan, Mual hingga Kehilangan Penciuman

Reporter

Editor

Mila Novita

Ilustrasi wanita mual. Freepik.com

TEMPO.CO, Jakarta - Meski vaksin virus corona penyebab COVID-19 semakin dekat, penyakit ini tetap harus diwaspadai karena mungkin tidak akan benar-benar hilang. 

Gejala umum COVID-19 antara lain batuk kering, demam dan menggigil, masalah pernapasan, dan beberapa gejala berbeda yang dapat mengganggu pasien seperti ruam kulit. Beberapa gejala juga terkait dengan makanan dan pola makan penderitanya, meski tak semua orang mengalaminya.

Berikut adalah beberapa gejala COVID-19 yang terkait makanan seperti dirangkum Times of India, Jumat, 1 Januari 2021.

1. Sakit perut
Menurut tinjauan tiga rumah sakit Cina, 1 dari setiap 5 pasien COVID-19 menderita gejala gastrointestinal termasuk muntah, diare, dan sakit perut. Ada dugaan bahwa COVID-19 berdampak pada mikroba usus dan penyebaran virus melalui feses. Meskipun gejala ini tidak berarti mengidap COVID-19, sebaiknya gunakan kamar mandi terpisah sampai mendapatkan hasil tes.

Perlu juga dicatat bahwa orang dengan gejala gastrointestinal mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk membersihkan virus dari tubuh dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki gejala gastrointestinal, menurut statistik.

2. Kehilangan nafsu makan
Mengalami nafsu makan tiba-tiba atau menurun karena infeksi virus adalah hal biasa. Tapi ketika virus itu adalah penyebab COVID-19, kehilangan nafsu makan bisa sangat merugikan, terlebih lagi pada orang yang kehilangan penciuman atau rasa dan merasa sangat sulit untuk mencerna makanan. 

Anosmia dan aphagia dapat membuat orang membenci hal-hal yang biasanya mereka sukai karena perubahan indera. Karenanya, ini bisa memengaruhi kebiasaan makan.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Cina, lebih dari 80 persen pasien dilaporkan tidak nafsu makan beberapa hari setelah terinfeksi. Efek samping lain adalah penurunan berat badan dan metabolisme yang buruk karena kebiasaan makan yang buruk.

3. Mual
Sama seperti diare dan kehilangan nafsu makan, mual bukanlah gejala COVID-19 yang umum. Namun , sebuah studi yang dilakukan pada 138 pasien di Wuhan menemukan bahwa 10 persen orang mengalami mual dan diare, dua hari sebelum demam.

Jadi, jika merasa mual dan diare serta pernah berhubungan dengan seseorang yang dinyatakan positif, sebaiknya hubungi dokter.

4. Sakit tenggorokan
Sakit tenggorokan dapat disalahartikan sebagai pilek dan flu. Sakit tenggorokan menandakan bahwa ada infeksi yang disebut juga faringitis. Ini juga bisa membuat seseorang sulit untuk mengkonsumsi makanan dan minuman karena merasa sakit saat makan.

5. Kehilangan indera penciuman dan perasa
Kehilangan bau dan rasa sekarang diakui sebagai salah satu gejala COVID-19 yang paling umum. Gejala ini bisa berkembang antara dua hingga 14 hari setelah terpapar virus corona. 

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC Amerika Serikat, kehilangan indra penciuman dan perasa tidak menyakitkan atau mengkhawatirkan. Namun, kondisi ini pulihnya bisa lama karena tidak ada obatnya dan mengganggu pasien secara psikologis.

Untuk pasien yang mengalami kehilangan indra penciuman dan pengecap akut, pelatihan penciuman dan penggunaan minyak aromaterapi disebut dapat memperbaiki otak untuk mengenali aroma dan rasa yang sudah dikenal.






Bahaya Diffuser dengan Campuran Cairan Antiseptik

11 jam lalu

Bahaya Diffuser dengan Campuran Cairan Antiseptik

Cairan antiseptik memiliki sejumlah kandungan yang membahayakan sehingga tak dianjurkan digunakan untuk campuran diffuser.


Begini Efek Setelah Mengidap Covid-19

20 jam lalu

Begini Efek Setelah Mengidap Covid-19

Usai mengidap Covid-19 ternyata dapat mempengaruhi fungsi kogitif otak. Apa efek samping lainnya?


PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

1 hari lalu

PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

Pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) wilayah Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali


DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

3 hari lalu

DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

Jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada Ahad, 2 Oktober 2022, bertambah 1.322 kasus dengan provinsi penyumbang tertinggi DKI Jakarta.


Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

3 hari lalu

Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

Ratusan penghuni Apartemen Lavande Residences, Jakarta Selatan mengikuti kegiatan donor darah bertempat di lantai dasar apartemen.


Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

5 hari lalu

Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

Update Covid hari ini Jumat 30 September 2022 bertambah 1.857 kasus sehingga total mencapai 6.431.624 orang.


Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

5 hari lalu

Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

Australia akan menghapus wajib isolasi mandiri di rumah lima hari untuk orang yang terinfeksi Covid-19, yang membuat ahli kesehatan khawatir


Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

5 hari lalu

Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

Jokowi ingin pengendalian inflasi dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah pusat dan daerah.


Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

6 hari lalu

Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

Kementerian Kesehatan Malaysia mengeluarkan kebijakan baru tidak lagi mewajibkan penumpang menggunakan masker dalam pesawat terbang.


Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

6 hari lalu

Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

Sri Mulyani menjelaskan, masalah utama pandemi Covid-19 adalah terancamnya jiwa manusia.