Lavender dapat Mengganggu Hormon, 5 Minyak Esensial Ini Punya Manfaat Serupa

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi minyak lavender. Pixabay.com

    Ilustrasi minyak lavender. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada beragam jenis minyak esensial dan yang paling populer ada minyak lavender dan tea tree atau pohon teh. Kedua jenis minyak ini dikenal memiliki banyak manfaat untuk keseahtan. Bahkan mereka yang tidak terlalu menyukai minyak, menggunakan pohon teh dan lavender untuk semua jenis pengobatan rumahan. Kedua jenis minyak ini memiliki sifat menenangkan, antiseptik, dan antibakteri. Namun ternyata ada efek samping yang belum banyak diketahui.

    Melansir laman Well and Good, sebuah studi yang dirilis dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism menunjukkan bahwa paparan jangka panjang yang konsisten terhadap minyak esensial lavender dan pohon teh dikaitkan dengan perkembangan ginekomastia prapubertas, dalam istilah yang lebih sederhana, perkembangan awal jaringan payudara pada anak laki-laki dan perempuan. Teori kerjanya adalah bahwa minyak ini secara khusus mengandung bahan kimia yang ditafsirkan oleh tubuh sebagai estrogen, merusak keseimbangan sistem endokrin dan menimbulkan potensi bahaya bagi pria dan wanita.

    Namun, sebelum Anda membuang semua minyak, penting untuk memperhatikan beberapa hal — yaitu, ukuran sampel yang kecil dan sifat "tidak meyakinkan" dari penelitian yang tersedia.

    "Jika orang menggunakan minyak esensial dengan sengaja dan tidak mau tak mau dalam mandi dan produk tubuh yang digunakan beberapa kali sehari pada pengenceran yang mungkin pada tingkat yang tidak aman, maka mereka seharusnya tidak mengalami reaksi yang merugikan," kata Lea Jacobson, ahli aromaterapi bersertifikat. "Ini adalah masalah yang kompleks, tidak direplikasi, [dan] penyelidikan lebih lanjut diperlukan."

    ADVERTISEMENT

    Saat mempresentasikan penelitian baru, para ilmuwan sering mengingatkan pembacanya bahwa korelasi tidak selalu sama dengan sebab akibat — dengan kata lain, tren positif di dua faktor mungkin tidak terkait. Jacobson menekankan bahwa dia tidak percaya bahwa minyak yang menjadi penyebabnya. Dia berpendapat bahwa penyebab sebenarnya mungkin bukan minyaknya sama sekali, tetapi ftalat dalam cawan Petri yang digunakan di laboratorium. Phthalates dikenal sebagai pengganggu hormon, dan minyak esensial yang diuji mungkin dapat mengekstraknya dari piring plastik.

    Meskipun demikian, terkadang mengetahui bahwa ada risiko, sekecil apa pun, cukup untuk membuat Anda tidak menyukai lavender dan pohon teh. Dan beberapa orang, terutama mereka yang pejuang kanker, sangat muda, atau sensitif, harus berhati-hati terhadap potensi pengganggu hormon. Berikut adalah lima minyak esensial yang memiliki manfaat serupa dengan lavener dan pohon teh. 

    Daftar Minyak essensial

    1. Roman Chamomile
    Minyak ini memiliki aroma jeruk yang ringan dan segar dengan warna dasar bunga. Jika Anda menyukai lavender dan pohon teh karena kegunaannya yang serba guna dan menyeluruh, Anda akan menyukai kamomil Romawi. Dengan sifat antijamur, antihistamin, antibakteri, dan mengantuk, ini adalah alternatif yang serbaguna.

    2. Frankincense
    Mencari tambahan untuk kotak P3K holistik Anda? Frankincense menghasilkan keajaiban luar dalam. Dikatakan untuk merangsang penyembuhan dan meningkatkan kesehatan hati. Ini juga meningkatkan fokus dan dikatakan sebagai pengangkat suasana hati yang efektif.

    3. Cedarwood
    Jika Anda menyukai aroma pohon teh dan lavender yang alami dan menghijau, cedar akan menjadi obsesi baru Anda. Aroma minyak cedar yang bersahaja menginspirasi pernapasan dalam, yang mungkin menjadi alasan mengapa sangat bagus untuk kecemasan dan keseimbangan emosional. Sama seperti lavender, ini juga pengusir serangga yang efektif.

    4. Patchouli
    Mencari minyak yang bisa melakukan semuanya? Patchouli atau nilam bersifat antijamur, menenangkan, mengusir serangga, dan mengangkat suasana hati. Selain mengobati berbagai masalah kulit, ia bahkan berfungsi sebagai deodoran. 

    5. Geranium
    Tenang dan ringan, minyak geranium adalah alternatif yang bagus jika Anda mencari minyak dengan efek menenangkan lavender. Jacobson menunjukkan bahwa geranium juga memiliki sifat antijamur yang mirip dengan pohon teh, dan jika dihirup, geranium dapat membuat orang "merasa seimbang secara emosional tanpa memengaruhi hormon fisik".


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.