2 Posisi Tidur yang Nyaman untuk Ibu Hamil dengan Plasenta Previa

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu hamil berbaring. Freepik.com/Valuavitaly

    Ilustrasi ibu hamil berbaring. Freepik.com/Valuavitaly

    TEMPO.CO, Jakarta - Ibu hamil mengalami banyak perubahan, dari bentuk tubuh hingga kebiasaan sehari-hari, termasuk posisi tidur. Semakin bertambah usia kehamilan ibu hamil kian sulit mendapatkan posisi tidur yang nyaman. Terutama bagi ibu hamil dengan plasenta previa. Kondisi ini menandakan plasenta menutupi serviks menjelang akhir usia kehamilan. Ada kemungkinan kondisi ini berpengaruh terhadap metode persalinan.

    Plasenta berkembang di rahim perempuan selama mengandung. Organ ini berbentuk layaknya kantung dan memberikan asupan makanan dan oksigen bagi janin. Sepanjang kehamilan, plasenta terus bergerak seiring dengan berkembangnya ukuran rahim. Apabila posisinya menutupi jalan lahir, ini dapat membuat proses persalinan lebih sulit. Kondisi inilah yang disebut dengan plasenta previa.

    Posisi tidur ibu hamil dengan plasenta previa

    1. Berbaring ke samping
    Ibu hamil dengan kondisi plasenta previa sangat dianjurkan tidur berbaring ke arah kiri. Pada posisi ini, aliran darah sekaligus nutrisi untuk janin dan plasenta akan semakin lancar. Selain itu, berbaring ke kiri juga tidak akan terlalu menekan hati.Agar lebih nyaman, tekuk kedua kaki dan letakkan guling atau bantal di antaranya. Bagi ibu hamil yang punya keluhan sakit punggung, coba letakkan bantal tipis untuk menyangga perut.Berbaring ke kanan juga tidak masalah. Hanya saja, jika keduanya bisa dilakukan, sangat disarankan untuk berbaring ke kiri.

    2. Tidur dengan penyangga

    ADVERTISEMENT

    Posisi tidur lain yang bisa dilakukan bagi ibu hamil dengan plasenta previa adalah berbaring dengan penyangga. Tumpuk beberapa bantal di bagian kepala dan punggung sehingga posisi seperti setengah duduk. Cara ini bisa membuat bumil merasa lebih nyaman.Tak hanya itu, posisi setengah duduk juga dapat mengurangi risiko mengalami heartburn di malam hari. Dengan demikian, tidur di malam hari pun terasa lebih nyaman.Kedua pilihan posisi tidur di atas bisa dipilih mana yang terasa paling nyaman. Umumnya saat malam hari, posisi bisa berganti-ganti tak hanya di sisi yang sama.

    Sedangkan posisi tidur yang harus dihindari antara lain telentang dan tengkurap. Berbaring telentang dapat menimbulkan masalah seperti sakit punggung, napas pendek, masalah pencernaan, tekanan darah rendah, hingga wasir. Bahkan, posisi ini dapat menyebabkan sirkulasi darah dan nutrisi ke jantung dan janin terganggu. Alasanya, perut yang membesar justru menekan usus dan pembuluh darah utama. 
    Selain itu, sangat tidak disarankan berbaring tengkurap, bahkan jika usia kehamilan masih cukup muda. Posisi ini dapat menyebabkan pembuluh darah utama tertekan serta berisiko lebih tinggi pada ibu hamil dengan plasenta previa.

    Tak hanya posisi tidur saja, ibu hamil dengan plasenta previa juga bisa melakukan beberapa perubahan gaya hidup seperti menikmati waktu istirahat.  Tentu ini bisa terasa tidak nyaman karena tidak bisa leluasa beraktivitas. Namun, nikmati waktu istirahat ini dengan melakukan hal-hal yang disukai seperti membaca, mendengarkan podcast, menulis jurnal, dan banyak lagi.

    Pastikan makanan ibu hamil benar-benar bergizi dan memberikan nutrisi bagi janin. Hindari makan malam terlalu dekat dengan waktu tidur untuk menghindari terjadinya heartburn. Setidaknya, beri jeda sekitar 3 jam. Jaga asupan cairan tercukupi agar tidak menyebabkan dehidrasi. Namun, kurangi minum air menjelang waktu tidur agar tidak terlalu sering buang air kecil di malam hari.

    SEHATQ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.