10 Efek Pil KB karena Perubahan Hormon, Sakit Kepala hingga Libido Menurun

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita memegang pil KB. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita memegang pil KB. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Alat kontrasepsi berupa pil efektif hingga 99,9 persen mencegah kehamilan jika digunakan dengan benar. Namun, pil KB mempengaruhi kadar hormon yang menyebabkan berbagai efek samping. Efek pil KB ini biasanya hilang dalam 2-3 bulan, tetapi bisa bertahan.

    Perubahan hormon terjadi karena pil KB mengandung hormon sehingga dapat menghentikan tubuh untuk berovulasi, mempersulit sperma untuk melewati serviks, serta mengubah lapisan rahim agar sel telur yang sudah dibuahi sulit tertanam.

    Berikut efek pil KB yang perlu diwaspadai. 

    1. Bercak antar periode haid

    Bercak adalah efek pil KB yang paling umum. Itu terjadi karena tubuh menyesuaikan dengan perubahan tingkat hormon, dan rahim menyesuaikan untuk memiliki lapisan yang lebih tipis.

    ADVERTISEMENT

    Meminum pil sesuai resep, biasanya setiap hari dan pada waktu yang sama setiap hari, dapat membantu mencegah pendarahan antar periode.

    2. Mual

    Beberapa orang mengalami mual ringan saat pertama kali meminum pil, tetapi ini tidak bertahan lama. Minum pil dengan makanan atau sebelum tidur dapat membantu mengurangi efeknya. 

    3. Nyeri payudara

    Mengonsumsi pil KB sering kali menyebabkan payudara terasa membesar dan nyeri karena hormon dalam pil, terutama ketika baru mulai meminumnya. Mengenakan bra yang sesuai dapat membantu mengurangi nyeri payudara.

    4. Sakit kepala dan migrain

    Perubahan hormon seks wanita (estrogen dan progesteron) bisa memicu sakit kepala migrain. Gejalanya tergantung pada dosis dan jenis pil. Namun, jika migrain seseorang dikaitkan dengan PMS, meminum pil KB dapat mengurangi gejalanya.

    5. Berat badan bertambah

    Pil KB sering mencantumkan peringatan dapat menyebabkan kenaikan berat badan, meskipun penelitian belum mengkonfirmasi hal ini.

    Teorinya, pil KB dapat menyebabkan peningkatan retensi cairan atau berat air, juga lemak atau massa otot. Namun, sebagian orang malah mengalami penurunan berat badan saat meminum pil.

    6. Perubahan mood

    Hormon berperan penting menentukan suasana hati atau mood dan emosi seseorang. Ketika minum pil, kadar hormon seseorang dapat mengalami perubahan sehingga muncul efek samping ini. Beberapa penelitian, termasuk studi pada 2016 terhadap 1 juta wanita di Denmark, menunjukkan adanya hubungan antara kontrasepsi hormonal dan depresi.

    7. Gangguan haid

    Minum pil KB dapat menyebabkan haid yang sangat sedikit atau malah terlewat. Ini karena hormon yang dikandungnya. Namun, banyak faktor yang dapat menyebabkan menstruasi terlambat atau terlewat, termasuk stres, penyakit, perjalanan, dan masalah tiroid.

    8. Libido menurun

    Pil ini dapat mempengaruhi gairah seks, atau libido, pada sebagian orang karena perubahan hormonal. Sebaliknya, sebagian lagi mungkin mengalami peningkatan libido.

    9. Keputihan

    Keputihan dapat terjadi saat minum pil, kemungkinan karena peningkatan atau penurunan pelumasan vagina. Perubahan ini biasanya tidak berbahaya, tetapi jika ada warna atau bau dapat menunjukkan adanya infeksi.

    10. Perubahan mata

    Beberapa penelitian telah mengaitkan perubahan hormonal akibat pil KB dengan penebalan kornea di mata. Ini tidak menunjukkan adanya risiko penyakit mata, tetapi mungkin menyebabkan lensa kontak tidak lagi pas nyaman dikenakan.

    MEDICAL NEWS TODAY | WEB MD

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?