Billie Eilish Mengidap Sindrom Tourette, Gejalanya Suara atau Gerakan Tiba-tiba

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Billie Eilish menyampaikan sambutan saat menerima penghargaan dalam Brit Awards di O2 Arena, London, Inggris, 18 Februari 2020. REUTERS/Simon Dawson

    Billie Eilish menyampaikan sambutan saat menerima penghargaan dalam Brit Awards di O2 Arena, London, Inggris, 18 Februari 2020. REUTERS/Simon Dawson

    TEMPO.CO, JakartaBillie Eilish kerap diserang dengan kritik dan ejekan karena gerakan yang tidak disengaja. Tak banyak yang tahu bahwa itu disebabkan oleh sindrom Tourette yang dideritanya.

    Awalnya dia tak menyadari sindrom ini sehingga tak pernah membahasnya. Namun, penyanyi 17 tahun baru mengungkap gangguan itu kepada publik pada 2018, setelah kompilasi videonya dengan gejala Tics beredar di Internet.

    “Saya tidak pernah menyebutkannya di Internet karena tidak ada yang mengira saya bodoh. Serta fakta bahwa saya tidak pernah ingin orang memikirkan sindrom Tourette setiap kali mereka mengingat saya,” ujar dia saat itu.

    Dilansir dari WebMD, sindrom Tourette adalah masalah pada sistem saraf yang menyebabkan orang membuat gerakan atau suara tiba-tiba, yang disebut tics, yang tidak dapat mereka kendalikan. Misalnya, seseorang dengan Tourette's mungkin akan berkedip atau berdehem terus menerus. Beberapa orang mungkin melontarkan kata-kata yang tidak ingin mereka ucapkan.

    ADVERTISEMENT

    Eilish mengatakan orang-orang menganggap gerakannya dalam video itu lucu, padahal sebenarnya itu gerakan tak sengaja karena tics.

    Gejala utama tics berbeda-beda setiap orang. Sering kali sangat lembut sehingga tidak terlihat, sebaliknya, sebagian lagi terlihat jelas dan sering terjadi. Stres, kegembiraan, atau sakit atau lelah bisa memperburuknya. Kondisi yang parah bisa membuat pengidapnya malu dan mempengaruhi kehidupan sosial atau pekerjaan mereka.

    Sindrom ini terbagi jadi dua jenis, tics motorik dan tics vokal. Tics motorik muncul dalam bentuk gerakan, seperti tangan atau kepala menyentak, berkedip, gerakan wajah, mulut berkedut, dan mengangkat bahu

    Adapun tics vokal gejalanya antara lain menggonggong atau berteriak, sering membersihkan tenggorokan, batuk, dengkur, mengulangi perkataan orang, berteriak, dan mengendus.

    Tics bisa sederhana atau kompleks. Tics sederhana mempengaruhi satu atau hanya beberapa bagian tubuh, seperti mengedipkan mata atau membuat wajah. Sementara yang kompleks melibatkan banyak bagian tubuh atau mengucapkan kata-kata, misalnya melompat sambil mengumpat.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.