4 Hormon Bahagia yang Mempengaruhi Mood, Ketahui Cara Menjaga Keseimbangannya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita tertawa. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita tertawa. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Hormon berfungsi penting untuk kinerja tubuh, mulai dari sistem reproduksi hingga suasana hati. Di antara banyak hormon, empat di antaranya disebut hormon bahagia karena berfungsi merangsang kebahagiaan dan kesenangan diri. 

    Hormon tersebut antara lain dopamin yang berkaitan dengan penghargaan diri seperti motivasi; endrofin yang berperan meredakan gejala depresi, stres, dan kecemasan; oksitosin untuk menjaga hubungan romantis dan seks; dan serotonin yang juga berfungsi sebagai neurotransmitter dalam mengatur suasana hati.

    Hormon-hormon tersebut perlu dijaga keseimbangannya agar suasana hati selalu senang. Jika tidak, siap-siap mengalami mood swing yang sering kali mengganggu aktivitas.

    Ada beberapa cara alami untuk meningkatkan hormon-hormon ini, berikut di antaranya.

    ADVERTISEMENT

    1. Bergurau

    Ada ungkapan yang menyebut bahwa tertawa adalah obat paling manjur untuk segala penyakit. Ungkapan itu tak sepenuhnya salah. Sebab, bergurau dan tertawa dengan orang terdekat dapat meningkatkan hormon, seperti hormon dopamin dan endorphin, sehingga bisa memperbaiki rasa cemas dan mood buruk.

    2. Olahraga

    Aktivitas fisik yang teratur dapat meningkatkan berbagai hormon kebahagiaan, termasuk hormon endorfin, dopamin, dan serotonin. Tak perlu berlebihan, olahraga cukup 30 menit sehari.

    3. Keluar rumah

    Meski saat ini dianjurkan untuk di rumah saja karena pandemi, tak ada salahnya keluar rumah 10-15 menit untuk menikmati paparan sinar matahari. Para ahli menyebut paparan sinar mentari meningkatkan produksi kedua hormon kebahagiaan tersebut.

    Pilih lokasi yang sepi untuk menghindari kerumunan, jangan lupa memakai masker dan membawa hand sanitizer. Pastikan juga mengoleskan tabir surya sebelum beranjak keluar rumah.

    4. Cuddling dengan pasangan

    Jika sudah punya pasangan, cuddling atau kelonan, memeluk, atau sekadar berduaan dengan pasangan bisa dipilih untuk mendorong produksi hormon oksitosin. Selain oksitosin, seks dan orgasme juga menaikkan kadar endorfin dan dopamin.

    5. Cukup tidur

    Kurang tidur dapat menurunkan level dopamin. Kekurangan hormon bahagia ini akan berpengaruh negatif ke berbagai sistem tubuh. Jadi, usahakan mencukupi kebutuhan tidur harian, yaitu sekitar 7-9 jam, bagi orang dewasa.

    6. Pijat

    Studi dalam International Journal of Neuroscience menyebut kadar hormon serotonin dan dopamin bertambah setelah mendapatkan pijatan. Manfaat pijat tersebut juga berpengaruh positif terhadap naiknya level endorfin dan oksitosin.

    Selain cara di atas, ada banyak lagi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kadar hormon bahagia, misalnya bermain dan mendengarkan musik, memasak makanan, yoga, atau melakukan hobi.

    SEHATQ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Ganda Putri Indonesia Masuk Semifinal Olimpiade Pertama dalam Sejarah

    Pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, lolos ke semifinal badminton di Olimpiade 2020. Prestasi itu jadi tonggak olahraga Indonesia.