Tya Ariestya Ajak Anak Terapi Oral Motor karena Sering Melepeh Makanan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tya Ariestya bersama dua anaknya, Muhammad Kanaka Ratinggang dan Muhammad Kalundra Ratinggang (Instagram/@tya_ariestya)

    Tya Ariestya bersama dua anaknya, Muhammad Kanaka Ratinggang dan Muhammad Kalundra Ratinggang (Instagram/@tya_ariestya)

    TEMPO.CO, JakartaTya Ariestya bahagia setelah anak keduanya, Muhammad Kalundra Ratinggang, menjalani terapi oral motor dengan lacar. Kalundra sempat mengalami kesulitan makan. Dia melepeh makanan yang masuk ke mulutnya, tapi kini sudah bisa makan dengan baik.

    Menurut aktris yang juga model ini, gerakan lidah Kalundra hanya bisa ke depan dan belakang saat makan. Sementara ketika mengunyah dan menelan, lidah harus bergerak ke segala penjuru, ke depan dan belakang, kanan dan kiri, juga berputar.

    Dokter tumbuh kembang merekomendasikan Kalundra yang saat ini berusia 1,5 tahun itu menjalani terapi oral motor dan sensori integrasi. Sebab, dikhawatirkan ini akan berlanjut pada keterlambatan bicara.

    “Sekitar 2 bulan aku jalanin terapi di masa pandemi dan ngerjain banyak PR di rumah pelan-pelan gerakan lidah anak ini udah mulai kaya, dan hebatnya sekarang dia udah bisa makan,” kata Tya yang mengungkapkannya dalam unggahan di Instagram, Selasa, 15 Desember 2020.

    ADVERTISEMENT

    Terapi oral motor bertujuan melatih segala otot di dalam mulut anak. Untuk terapi ini, Tya melakukan beberapa hal, termasuk membiarkan anak memasukkan tangan ke mulut sepuasnya selama tangannya bersih. Dia juga menyiapkan tambahan mainan khusus yang digigit.

    “Pelan-pelan mulai kasih makanan-makanan enak. Jangan takut gizi dia gak didapet dari makanan,” kata dia.

    Sambil belajar makan, Tya juga memberikan susu tambahan yang dianjurkan dokter. Namun, Tya sempat khawatir karena 95 persen asupan makanan anaknya hanya susu.

    “Tapi dijelasin kalau susu itu pengganti makan, gizinya udah ada disitu kok,” kata dia.

    Selain terapi oral motor, Tya juga mengajak anaknya terapi sensori integrasi. Dilansir dari Healthy Children, terapi sensori integrasi dirancang untuk membantu anak-anak dengan masalah pemrosesan sensorik. Sesi terapi berorientasi pada permainan dan mungkin termasuk menggunakan peralatan seperti ayunan, trampolin, dan perosotan.

    Tya membantu anaknya menjalani terapi ini dengan membiarkan naik turun tangga untuk belajar keseimbangan, naik ayunan sampai berdiri, trampolin  dan segala macem mainan yg berhubungan ama gravitasi. Juga mainan segala macem tekstur.

    “Makin banyak dia kenal tekstur lewat tangan, makin bagus dan ngaruh ke tekstur yang masuk ke mulut,” kata dia.

    Tya Ariestya menikah dengan Irfan Ratinggang, pada 2014. Pasangan ini dikarunia dua anak, Muhammad Kanaka Ratinggang dan Kalundra melalui program bayi tabung.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.