Ragam Jajanan Sehat yang Direkomendasikan untuk Anak, Hindari Makanan Ini

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak minum susu. Shutterstock.com

    Ilustrasi anak minum susu. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak jajanan anak yang tersedia di pasaran, tapi tak semuanya sehat. Sebagian jajanan mengandung bahan-bahan berbahaya seperti pemanis, pewarna kimia, dan pengawet yang bisa berdampak bagi kesehatan. Lalu bagaimana memilih jajanan sehat untuk anak? 

    Kementerian Kesehatan maupun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memiliki panduan mengenai standar jajanan anak yang aman dikonsumsi maupun yang sebaiknya dihindari.

    Dalam memilih jajanan anak yang aman, pilih makanan atau minuman yang mengandung empat nutrisi penting yang dibutuhkan anak dalam masa tumbuh kembangnya, antara lain protein, yang dapat mendukung kecerdasan, kekebalan, dan pertumbuhan; lemak yang dapat menjadi sumber kecerdasan dan kekebalan; karbohidrat yang merupakan sumber energi, kekuatan, dan tenaga; juga vitamin dan mineral yang menjadi dapat menyehatkan, membuat bugar, dan tidak rentan terkena penyakit.

    Jajanan anak yang baik juga harus bersih dan tidak mengandung bahan-bahan berbahaya. Sebisa mungkin pilih jajanan yang sudah dimasak, tidak bau tengik, atau bau asam.

    ADVERTISEMENT

    Bila jajanan tersebut merupakan makanan kemasan, periksa komposisi penyusunnya dan pastikan makanan tersebut mengandung gizi yang baik dan belum kedaluwarsa. Namun bila jajanan anak tidak berlabel (misalnya lemper, donat, lontong, dan lain-lain), pastikan kemasannya masih dalam kondisi baik dan belum basi.

    Berikut rekomendasi jajanan anak yang aman dan sehat beserta kandungan nutrisinya. 


    1. Susu

    Akademi Kedokteran Anak Amerika (AAP) bahkan merekomendasikan anak-anak mengonsumsi 2-3 gelas susu  per hari. Susu sapi mengandung protein, kalsium, potasium, vitamin B-12, serta vitamin D yang terfortifikasi. Jika anak memiliki intoleransi laktosa pada susu sapi, cobalah alternatif susu lainnya, seperti susu kedelai atau susu kambing.

    2. Granola bar

    Granola bar adalah jenis camilan kemasan yang terbuat dari oat, buah kering, kacang-kacangan, biji-bijian, madu, hingga cokelat. Satu granola bar biasanya mengandung 100-300 kalori, 1-10 gram protein, 1-7 gram serat dan mikronutrien, seperti vitamin B, kalsium, magnesium, serta zat besi.

    3. Bubur ayam

    BPOM menggolongkan bubur ayam sebagai salah satu jajanan anak yang merupakan makanan utama. Dilihat dari kandungan nutrisinya, makanan ini tinggi kalori (200-an per mangkok) yang sebagian besarnya didapat dari karbohidrat di dalam nasi yang dimasak encer tersebut.

    Selain itu, bubur ayam juga mengandung protein, lemak, dan serat yang penting bagi tubuh si Kecil. Hanya saja, Anda harus mengontrol kadar sodium (garam) di dalam jajanan anak yang satu ini agar tidak melebihi ambang batas aman harian.

    4. Yogurt

    Yogurt merupakan produk turunan susu sehingga juga memiliki nutrisi yang mirip. Nilai plusnya, minuman yang dapat dijadikan jajanan anak sehat ini mengandung bakteri baik bernama probiotik yang dapat menjaga kesehatan saluran pencernaan.

    5. Buah potong

    Memberikan buah segar sebagai jajanan anak bisa jadi alternatif yang disukai oleh si Kecil. Orangtua juga bisa memberikan buah dalam bentuk jus asalkan tidak berlebihan karena kandungan gula di dalamnya dikhawatirkan akan mengakibatkan kerusakan gigi.

    Sebaliknya, ada beberapa jajanan anak yang sebaiknya dihindari, antara lain terlihat kotor dan tidak bertutup, warna mencolok, kental dan awet yang mencolok, dan terlalu gurih atau manis.

    SEHATQ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...