Sering Dianggap Buruk, 6 Kebiasaan Ini Ternyata Bantu Menurunkan Berat Badan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gelas wine. shutterstock.com

    Ilustrasi gelas wine. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak nasihat diet yang sering beredar tapi umumnya tidak menyenangkan, misalnya tak boleh banyak makan lemak, menghindari wine, jangan bermalas-malasan. Pelanggaran sedikit saja disebut bisa merusak program penurunan berat badan

    Tapi ternyata untuk menurunkan berat badan tak selalu butuh banyak pengorbanan dan penderitaan. Faktanya, membuat program penurunan berat badan terlalu ketat justru bisa jadi boomerang karena tidak bisa dijalani dalam waktu lama.

    Anda tidak harus mengorbankan kesenangan sepenuhnya untuk menghilangkan timbunan lemak. Menyelipkan beberapa kebiasaan yang dianggap buruk ini juga bisa mendukung penurunan berat badan.

    Dilansir dari eatthis,com, berikut enam kebiasaan yang dianggap buruk untuk mendapatkan berat tubuh lebih sehat. 

    ADVERTISEMENT

    1. Minum anggur

    Segelas anggur atau wine beberapa kali seminggu disebut dapat membantu menurunkan berat badan. Ini karena bahan kimia yang ditemukan di kulit anggur, asam ellagic, telah terbukti mengubah cara gen lemak mengekspresikan diri, meningkatkan metabolisme dan memperlambat pertumbuhan sel lemak baru dan yang sudah ada.

    Penelitian menunjukkan kandungan resveratrol dalam anggur dapat membantu melawan beberapa efek negatif yang terkait dengan kurang olahraga, seperti kehilangan otot dan sensitivitas gula darah.

    2. Mengonsumsi lemak

    Koki dan penulis Julia Child benar, mentega dan produk susu berlemak tinggi lainnya, tidak perlu ditakuti. Faktanya, mentega asli, terutama dari hewan yang diberi makan rumput, adalah sumber asam lemak yang sangat baik untuk mendukung penurunan berat badan.

    Asam butirat dapat membantu para pelaku diet meningkatkan fungsi mitokondria yang membuat awet muda. Asam lemak lain, asam linoleat terkonjugasi, atau CLA, dikenal sebagai pembakar lemak.

    Mentega yang harus dihindari adalah yang terbuat dari lemak trans yang secara langsung dikaitkan dengan penambahan berat badan dan lemak usus.

    3. Makan pasta

    Ini agak aneh, makan pasta ternyata membantu bakar kalori. Caranya adalah memasukkannya ke dalam lemari es terlebih dahulu. Penurunan suhu mengubah sifat karbohidrat dalam mie menjadi "pati resisten" yang membuat tubuh harus bekerja lebih keras untuk mencernanya sehingga membuat kenyang lebih lama.

    4. Makan cokelat lebih banyak

    Peneliti University of California San Diego menemukan bahwa orang dewasa yang rutin makan cokelat bisa lebih kurus daripada mereka yang jarang makan cokelat. Para peneliti menyebutkan bahwa bakteri baik dalam usus memfermentasi kakao menjadi senyawa anti-inflamasi yang dapat mematikan gen yang terkait dengan obesitas.

    5. Berjemur 

    Berjemur di bawah sinar matahari dapat membantu menurunkan berat badan karena memicu tubuh untuk memproduksi lebih banyak vitamin D, yang sulit didapat dari makanan saja. Dalam sebuah penelitian, wanita kelebihan berat badan yang memiliki kadar vitamin D di tingkat sehat melalui suplementasi kehilangan 7 pound lebih banyak selama 12 bulan daripada wanita dalam kelompok plasebo.

    Untuk memaksimalkan manfaatnya, nikmati sinar matahari sebelum tengah hari. Satu studi menemukan orang yang terpapar cahaya terang hanya 20 menit di pagi hari memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang jauh lebih rendah daripada mereka yang sebagian besar terpapar cahaya di sore hari.

    6. Memiliki pasangan

    Para peneliti mengatakan seks dengan pasangan memicu pelepasan hormon oksitosin yang dapat meminimalkan hormon stres dan menekan nafsu makan. Satu studi baru-baru ini menemukan suntikan harian hormon cinta ini bisa mengurangi lemak perut dan berat badan.

    Anda juga akan membakar kalori saat melakukannya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa, pada orang sehat, seks intensitas sedang membakar rata-rata 4,2 kalori per menit untuk pria dan 3,1 kalori per menit untuk wanita, lebih baik daripada jalan-jalan, tidak sebagus joging, tetapi jauh lebih menyenangkan daripada keduanya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.