7 Teh Herbal untuk Mengatasi Sembelit, Ada Teh Hijau dan Peppermint

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi teh hijau. TEMPO/Charisma Adristy

    Ilustrasi teh hijau. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta - Siapa pun bisa mengalami sembelit atau konstipasi, yaitu ketika sulit buang air besar karena feses keras dan kering. Penyebabnya banyak, termasuk kurang asupan serat makanan, aktivitas fisik, tidak cukup minum air, minum obat tertentu dan sindrom iritasi usus (IBS).

    Sebelum mengonsumsi obat dari dokter, beberapa cara rumahan bisa dicoba untuk mengatasi kesulitan buang air besar. Cara paling mudah adalah mengonsumsi teh herbal yang telah digunakan berabad-abad untuk masalah pencernaan.

    Penelitian telah menunjukkan bahwa teh tertentu dapat membantu meredakan konstipasi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kebanyakan ramuan pencahar mengandung antrakuinon, senyawa organik yang ditemukan di beberapa tanaman.

    Obat pencahar ini bekerja dengan memindahkan air ke usus besar dan meningkatkan gerakan peristaltik, kontraksi otot usus yang membantu memindahkan limbah melalui usus besar ke rektum.

    ADVERTISEMENT

    Berikut beberapa teh yang biasa digunakan untuk meredakan sembelit, seperti dilansir dari laman Boldsky, Senin, 30 November 2020. 

    1. Teh peppermint

    Teh peppermint mengandung mentol yang memiliki efek menenangkan sakit perut saat mengeluarkan tinja melalui usus.

    2. Teh hijau

    Teh hijau mengandung kafein, stimulan yang mempercepat buang air besar. Namun, minum terlalu banyak kafein bisa menyebabkan diare. Sebuah penelitian pada hewan tahun 2016 menunjukkan bahwa teh hijau mengandung senyawa yang disebut striktinin yang memiliki efek pencahar lebih besar dan meningkatkan pergerakan usus saat diumpankan ke tikus.

    3. Teh dandelion

    Teh dandelion dapat membantu mengatasi sembelit ringan. Teh ini dapat merangsang hati untuk menghasilkan empedu yang dapat membantu meringankan sembelit. Teh dandelion juga memiliki efek diuretik dengan menambahkan lebih banyak air ke sistem pencernaan dan tinja, sehingga tinja lunak dan lebih mudah dikeluarkan.

    4. Teh cascara

    Cascara sagrada adalah obat pencahar terkenal yang berasal dari ekstrak kulit pohon buckthorn California yang mirip buah kopi. Kulit kayunya mengandung antrakuinon yang memiliki efek pencahar di usus dan merangsang usus. Minuman ini bekerja dengan menyebabkan kontraksi otot di usus yang membantu mengeluarkan feses melalui usus.

    5. Teh jahe

    Jahe digunakan sebagai pengobatan rumahan untuk berbagai penyakit lambung termasuk sembelit. Minum teh jahe setelah makan dapat membantu melancarkan pencernaan dan mempercepat buang air besar

    6. Teh akar licorice

    Akar licorice yang berasal dari akar tanaman licorice (Glycyrrhiza glabra) telah lama digunakan untuk mengobati berbagai penyakit termasuk sembelit. Tanaman ini memiliki sifat anti-inflamasi dan merupakan pencahar ringan.

    7. Teh senna

    Teh ini terbuat dari daun senna atau godong seno (Senna alexandrina). Tanaman senna memiliki senyawa yang disebut glikosida sebagai pencahar. Fungsinya merangsang usus untuk memindahkan tinja melalui usus besar.

    Teh herbal hanya digunakan untuk jangka pendek, terutama bila sembelit terjadi sesekali. Minuman ini tidak disarankan untuk pengobatan jangka panjang.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.