Bantu Kontrol Gula Darah, Ini Olahraga Paling Tepat untuk Pasien Diabetes Tipe 2

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah model memperagakan senam aerobik saat memperkenalkan rancangan Athleta Spring 2015 dalam Fashion Week di New York, 3 September 2014.  AP/Bebeto Matthews

    Sejumlah model memperagakan senam aerobik saat memperkenalkan rancangan Athleta Spring 2015 dalam Fashion Week di New York, 3 September 2014. AP/Bebeto Matthews

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu kunci untuk mengontrol diabetes tipe 2 adalah diet dan olaharaga. Menurut para ahli, olahraga terbaik untuk pasien diabetes adalah latihan aerobik.

    Latihan aerobik melibatkan gerakan kelompok otot besar yang berulang dan terus menerus, seperti berjalan kaki, bersepeda, jogging, dan berenang. American Diabetes Association mencatat, latihan ini dapat meningkatkan kepadatan mitokondria, sensitivitas insulin, enzim oksidatif, kepatuhan dan reaktivitas pembuluh darah, fungsi paru-paru, fungsi kekebalan, dan curah jantung.

    "Aktivitas aerobik dengan volume sedang hingga tinggi dikaitkan dengan risiko kardiovaskular yang jauh lebih rendah dan risiko kematian pada diabetes tipe 2,” demikian tertulis di laman kesehatan tersebut, seperti dilansir dari Express.co.uk, Rabu, 25 November 2020. 

    Penelitian yang dilakukan US National Library of Medicine National Institutes of health mencatat, latihan aerobik meningkatkan pengambilan glukosa dan penurunan resistensi insulin.

    ADVERTISEMENT

    “Meskipun latihan aerobik dalam isolasi tampaknya memiliki manfaat yang lebih baik daripada latihan ketahanan, pada pasien diabetes dianjurkan kombinasi kedua jenis tersebut karena efeknya lebih besar daripada jika masing-masing dilakukan secara terpisah,” demikian kata peneliti yang terlibat.

    Pasien diabetes tipe 2 dianjurkan latihan aerobik setidaknya tiga kali dalam seminggu, lebih baik lagi jika bisa lima kali dengan durasi masing-masing minimal 30 menit untuk mendapatkan manfaat maksimal. Hindari jeda hingga dua hari berturut-turut karena peningkatan sensitivitas dan toleransi glukosa dari latihan ini bertahan selama sekitar 12 hingga 24 jam.

    “Sebaiknya dilakukan dengan intensitas sedang yaitu 40 hingga 60 persen dari kapasitas aerobik maksimal. Ini sesuai dengan 55 hingga 69 persen dari detak jantung maksimum menurut usia."

    Latihan aerobik merupakan bagian integral untuk jantung yang sehat dan untuk mengelola kadar gula darah. Selain itu, latihan ini juga membantu penurunan berat badan yang yang sangat berpengaruh untuk pengobatan diabetes tipe 2. 



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.