Hari Anak Sedunia, Anak Bermain Boneka Sendirian Mendorong Keterampilan Sosial

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak bermain boneka Barbie. Dok. Mattel

    Anak bermain boneka Barbie. Dok. Mattel

    TEMPO.CO, Jakarta - Masa pandemi Covid-19 membuat anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah. Belajar pun dilakukan jarak jauh, dan bermain pun ruang lingkupnya menjadi lebih terbatas hanya di sekitar lingkungan rumah. Hal ini demi mencegah terpapar dari virus corona. Salah satu jenis permainan yang dilakukan anak-anak adalah dengan boneka

    Menurut studi terbaru permainan boneka mengaktifkan daerah otak yang memungkinkan anak-anak mengembangkan empati dan keterampilan pemoresan informasi sosial, bahkan ketika bermain sendirian. Studi yang dilakukan Barbie dan tim ahli saraf dari Universitas Cardiff, Inggris, menggunakan ilmu saraf (neuroscience) untuk pertama kalinya, dengan tujuan mengeksplorasi dampak positif permainan boneka terhadap anak-anak. 

    Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan boneka dari Barbie ini mengungkapkan bahwa bermain boneka memang bermanfaat, namun masih belum banyak orang tua yang menyadarinya. Hal ini terlihat dari fakta bahwa 91 persen orang tua menilai empati merupakan keterampilan sosial utama yang ingin mereka kembangkan pada anak mereka, tetapi hanya 26 persen yang menyadari bahwa bermain boneka dapat membantu anak-anak mereka mengembangkan keterampilan ini.

    Selain itu, penelitian ini juga menyoroti bahwa bermain dengan boneka dapat memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan bermain dengan tablet, karena memungkinkan mereka mengembangkan empati dan keterampilan sosial, bahkan saat anak bermain dengan boneka sendirian. Mereka dapat belajar bagaimana mengantisipasi kebutuhan orang lain, merencanakan perilaku dan tindakan, memikirkan emosi orang lain, serta keterampilan diplomasi dan bagaimana menyelesaikan permasalahan. Manfaat bermain boneka sendirian ini juga terbukti sama untuk anak laki-laki dan perempuan.

     “Sebagai pemimpin di kategori boneka, kami mengerti bahwa bermain dengan boneka memiliki dampak positif pada anak-anak, namun kami belum memiliki data ilmiah yang menunjukkan manfaat ini, kata Lisa McKnight, SVP dan Global Head of Barbie and Dolls, Mattel dalam keterangan resmi. “Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa bermain boneka, seperti Barbie, menawarkan manfaat positif dalam mempersiapkan anak untuk masa depan melalui pemupukan keterampilan sosial seperti empati."

    Lisa McKnight menambahkan pihaknya senantiasa menginspirasi potensi yang tak terhingga dari anak-anak. "Kami dengan bangga mempersembahkan boneka yang mendorong keterampilan mereka. Kami juga mengerti bahwa hal ini sangat diinginkan oleh orang tua dan merupakan penentu kesuksesan emosional, akademik, dan sosial anak di masa depan," ujarnya.

    Boneka Barbie dirancang sedemikian rupa untuk mendorong imajinasi anak-anak, dan membantu mereka menciptakan cerita mereka sendiri melalui semua boneka dan rangkaian mainan. Hasil penelitian terbaru ini memperkuat tujuan Barbie untuk menginspirasi potensi tak terhingga pada setiap anak dan menawarkan manfaat penting bagi orang tua untuk perkembangan anak.

    Seorang ahli ilmu empati, penulis, dan psikolog pendidikan terkemuka, Dr. Michele Borba lebih lanjut menjelaskan bahwa, temuan ilmiah terbaru dari Universitas Cardiff dan Barbie ini sangat relevan dengan kehidupan saat ini. Anak-anak yang telah mengembangkan empati dan keterampilan sosial sejak dini terbukti dapat memiliki nilai yang lebih baik, bertahan di sekolah lebih lama, dan membuat pilihan yang lebih baik secara keseluruhan. "Memahami bahwa anak-anak dapat mengembangkan keterampilan ini melalui bermain dengan boneka seperti Barbie, adalah hal yang luar biasa dan sangat berguna bagi orang tua," ujarnya. 

    Dalam rangka Hari Anak Sedunia tahun ini, di mana aktivitas anak lebih terbatas dibandingkan biasanya, Barbie terus mendorong para orang tua untuk mendukung aktivitas anak yang dapat membantu tumbuh kembangnya, termasuk bermain dengan boneka. Dengan boneka dan rangkaian mainannya, Barbie tidak hanya membantu anak-anak untuk mengembangkan keterampilan sosial, tetapi juga mendorong mereka untuk menjadi apa pun yang mereka inginkan.

    Beberapa waktu yang lalu, Barbie juga menginspirasi anak perempuan untuk mengejar impian mereka di bidang olahraga melalui kampanye Barbie You Can be an Athlete, dengan memberikan penghargaan kepada Nyimas Bunga Cinta sebagai role model dalam bidang olahraga atas prestasinya sebagai peraih medali termuda Asian Games 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO 7 Tips Mengajar di Masa Pandemi Covid-19

    Pandemi akibat wabah virus corona memaksa siswa berdiam di rumah. Mendikbud Nadiem Makarim memiliki 7 tips mengajar di masa pandemi Covid-19.