Toner Tak Selalu Bikin Kulit Kering dan Bisa Bikin Pori-pori Kulit Mengecil

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi membersihkan wajah dengan toner. Shutterstock.com

    Ilustrasi membersihkan wajah dengan toner. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Masih banyak orang yang percaya toner dapat menyebabkan kulit kemerahan, kering dan mengandung cairan astringent. Hal ini membuat banyak orang melewatkan toner dalam rutinitas perawatan kulit sehari-hari. Padahal dengan menggunakan toner yang memiliki kandungan bahan-bahan yang mencerahkan serta menenangkan yang menambah keseimbangan, hidrasi dan ketenangan pada kulit Anda.

    Melansir laman Times of India, berikut adalah beberapa mitos tentang toner 

    - Toner sangat membuat kulit kering

    Jika Anda memilih toner tanpa bahan mengeringkan seperti alkohol, toner bisa sangat menyeimbangkan dan melembabkan. Ada banyak jenis toner bagus yang tersedia saat ini yang dapat Anda pilih. Jika Anda terbiasa dengan perasaan kencang dan geli yang disebabkan toner, itu karena alkohol yang menghilangkan kelembapan kulit yang merusak tingkat pH kulit. Hal ini, pada gilirannya, menyebabkan sifat berminyak dalam jangka panjang karena kurangnya kelembapan dan hidrasi dapat menyebabkan kompensasi berlebih pada kulit.

    - Jika Anda menggunakan pembersih, Anda dapat menggunakan toner 

    ADVERTISEMENT

    Toner dimaksudkan sebagai langkah sela setelah Anda membersihkan dan sebelum Anda merawat kulit Anda dengan produk lain seperti serum dan pelembab. Toner dapat melakukan hal yang mungkin tidak dapat dilakukan pembersih sepenuhnya. Ini dapat menghilangkan minyak, kotoran, polusi, atau bakteri yang tertinggal di wajah Anda. Ini lebih seperti pembersihan ganda. Toner tidak boleh digunakan sebagai alternatif pembersih karena tidak memiliki sifat pengemulsi seperti pembersih.

    - Toner adalah zat yang keras

    Toner sebenarnya bisa menjadi cara yang aman dan efektif untuk membersihkan sel kulit mati tanpa menyebabkan peradangan. Alih-alih menggunakan scrub abrasif pada kulit Anda, Anda dapat menggunakan toner sebagai exfoliator kimiawi yang lebih lembut untuk menghilangkan lapisan atas kulit Anda. Asam salisilat atau toner asam glikolat bekerja sangat baik jika Anda perlu mengontrol minyak berlebih pada kulit Anda. Untuk kulit yang lebih tua, gunakan toner asam polihidroksi. Untuk kulit kering, toner berbasis asam laktat akan membantu menenangkan kulit sekaligus melembabkannya.

    - Toner mengecilkan pori-pori

    Pori-pori sama sekali tidak seperti pintu yang membuka dan menutup, jadi Anda tidak bisa mengecilkan atau mengubah ukurannya. Pori-pori kulit Anda, bagaimanapun, kemungkinan besar akan melebar saat tersumbat. Sehingga pori-pori yang bersih terlihat lebih kecil dan lebih halus. Di sinilah peran toner masuk. Toner berbasis asam mampu meningkatkan pergantian sel dan menyerap ke dalamnya untuk membersihkan kotoran, riasan, dan residu minyak.

    - Toner tidak dapat digunakan pada kulit sensitif

     Toner ringan sehingga dapat meresap cukup baik ke dalam kulit untuk menyelesaikan pekerjaan. Jika Anda memiliki kulit sensitif, carilah toner yang memiliki bahan penenang. Pilih bahan-bahan seperti kamomil dan panthenol dalam toner Anda. Toner jenis ini akan menyeimbangkan tingkat pH dan melembabkan kulit Anda. Mereka bisa digunakan dua kali sehari jika diperlukan. Bahan penenang lainnya dalam toner termasuk gliserin, lidah buaya dan air mawar.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.