Indonesia Fashion Week Digelar Virtual, Angkat Budaya Kalimantan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model membawakan rancangan desainer Barli Asmara bertajuk The Ballerina dalam gelaran show kolaborasi Wardah dengan 6 desainer mengusung tema Equator Treasure di Indonesia Fashion Week atau IFW 2019 di Jakarta Convention Center, Sabtu 30  Maret 2019.  Barli Asmara menampilkan 24 rancangan romantis dan ultra feminine.  TEMPO/Nurdiansah

    Model membawakan rancangan desainer Barli Asmara bertajuk The Ballerina dalam gelaran show kolaborasi Wardah dengan 6 desainer mengusung tema Equator Treasure di Indonesia Fashion Week atau IFW 2019 di Jakarta Convention Center, Sabtu 30 Maret 2019. Barli Asmara menampilkan 24 rancangan romantis dan ultra feminine. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia Fashion Week 2020 yang dihelat Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) akan digelar secara virtual 14-15 November 2020 di kanal YouTube Resmi Indonesia Fashion Week. 

    Ketua APPMI yang juga Presiden IFW Poppy Dharsono mengatakan, pagelaran mode ini tetap dilaksanakan untuk memberi energi kepada pengusaha fashion agar terus berkarya di masa pandemi.

    “Setiap desainer mengirimkan bajunya dari seluruh daerah disimpan di sini, kami kurasi, dan kami buat taping selama seminggu di Jakarta Fashion Hub,” kata dia dalam konferensi pers virtual, Senin, 9 November 2020. Rekaman itulah yang akan ditampilkan selama pekan mode.

    Seperti tahun sebelumnya, IFW 2020 mengusung tema Kalimantan “Tales of the Equator - Treasure of the Magnificent Borneo”. Pulau ini memiliki unsur budaya yang beragam, unik, dan multidimensi yang dapat dieksplorasi untuk menjadi sumber inspirasi industri fashion Indonesia.

    Poppy mengatakan, IFW selalu mengusung tema yang mengangkat budaya nenek moyang. Begitu juga untuk kompetisi untuk menjaring desainer muda berbakat yang tahun ini tetap digelar.

    “Jadi mau tidak mau belajar mendetail soal Kalimantan. Hasilnya akan menjadikan kreativitas mereka selalu mengakar pada budaya sendiri, ini jadi nilai tambah untuk produk kita di dunia internasional,” ujar Poppy.

    Selain mengusung budaya nenek moyang, para desainer juga harus membuat karya yang berkelanjutan agar tidak mengotori planet.

    Meski digelar secara virtual, IFW menghadirkan puluhan desainer dari dalam dan luar negeri akan terlibat dalam peragaan busana, termasuk Ida Royani, Agnes Budhisurya, Sugeng Waskito, Tuty Ayib, dan Jenny Cahyawati.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.