Menurut Psikolog Mendekorasi Rumah untuk Natal Lebih Awal Bikin Lebih Bahagia

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi dekorasi dan pohon Natal. Unsplash.com/Eugenivy Reserv

    Ilustrasi dekorasi dan pohon Natal. Unsplash.com/Eugenivy Reserv

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak terasa penghujung tahun 2020 semakin dekat. Salah satu momen yang paling dinantikan adalah Natal. Suasana Natal tahun ini tentu akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu cara untuk mengungkapkan kegembiraan menyambut Natal adalah dengan menghias rumah. Hiasan yang digunakan dapat membawa rasa kebaikan saat segala sesuatu cerah di sekitar kita.

    Seorang psikolog menyatakan bahwa semakin awal Anda memasang dekorasi Natal, Anda menjadi orang yang semakin bahagia. "Di dunia yang penuh stres dan kecemasan orang suka bergaul dengan hal-hal yang membuat mereka bahagia dan dekorasi Natal membangkitkan perasaan masa kanak-kanak yang kuat," kata psikolog Steve McKeown kepada UNILAD, seperti dilansir dari laman People.

    Menurut McKeown, dekorasi Natal adalah isyarat visual dan jalan untuk kembali ke kegembiraan masa kanak-kanak, jadi memiliki dekorasi di dalam dan di sekitar rumah lebih awal akan memperpanjang musim kegembiraan. McKeown juga mencatat bahwa orang yang memasang dekorasi biasanya melakukannya karena alasan nostalgia, "untuk menghidupkan kembali keajaiban atau untuk mengimbangi pengabaian di masa lalu."

    Mereka yang gatal untuk memangkas pohon, memanggang roti jahe, atau menggantung stoking di dekat cerobong asap dengan hati-hati sebelum Thanksgiving mungkin juga hanya berusaha tampil lebih ramah. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Environmental Psychology mengungkapkan bahwa ada korelasi antara mendekorasi rumah untuk Natal dan tampak lebih terbuka dan bersosialisasi dengan tetangga.

    ADVERTISEMENT

    Studi tersebut mengatakan bahwa rumah yang didekorasi secara musiman dapat membantu orang-orang yang tidak memiliki teman di blok mereka "mengintegrasikan diri ke dalam kegiatan sosial lingkungan." 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...