Mengenal Manfaat Propolis untuk Kulit dan Produk Rekomendasi Ahli

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor lebah penghasil Madu Trigona SP di Peternakan Lebah Madu, Maribaya, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat. 18 September 2014. Lebah penghasil propolis tersebut dijual seharga Rp.500.000/kg. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Seekor lebah penghasil Madu Trigona SP di Peternakan Lebah Madu, Maribaya, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat. 18 September 2014. Lebah penghasil propolis tersebut dijual seharga Rp.500.000/kg. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Berkat pengaruh tren Korea-beauty di bidang kecantikan dan perawatan kulit, banyak bahan yang tidak terdeteksi sekarang populer untuk perawatan kecantikan. Salah satunya adalah propolis. Sementara madu mendapatkan semua ketenaran, propolis telah ada sebagai pengobatan selama ribuan tahun. Faktanya, Cleopatra dilaporkan menggunakan propolis untuk manfaat perawatan kulitnya.

    Propolis adalah zat seperti lem lengket yang dibuat oleh lebah pekerja.
    Meskipun propolis dan madu sama-sama berasal dari lebah dan memiliki penampilan yang mirip, keduanya memiliki tujuan yang berbeda. Madu dibuat dari nektar tumbuhan berbunga, dan merupakan sumber makanan bagi lebah. Propolis, di sisi lain, digunakan sebagai alat sehari-hari lebah dan merupakan campuran lilin lebah, air liur, dan resin yang dikumpulkan dari pohon gugur (alias pohon yang melepaskan daunnya di musim gugur).

    Lebah membuat dan mengandalkan propolis untuk melindungi sarang mereka dengan menggunakannya untuk 1) menutup retakan untuk mencegah cuaca dingin dan predator dan 2) menggunakannya untuk mensterilkan dan mendisinfeksi koloni. Fungsi-fungsi ini juga bermanfaat bagi kulit.

    Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana lebah yang setara dengan caulk rumah tangga bisa membuat kulit Anda bersih. Menurut ahli kulit Mona Gohara, empat manfaat utama propolis termasuk kemampuannya untuk "bertindak sebagai antibakteri, membantu penyembuhan luka, melembabkan, dan menjadi antioksidan yang kuat".

    ADVERTISEMENT

    Orang dengan kulit berjerawat dapat menuai manfaat propolis. “Sifat antibakterinya dapat melawan bakteri penyebab jerawat, sementara sifat pelembab dan penyembuhan membantu memperbaiki kulit lebih cepat pasca jerawat juga,” kata Dr. Gohara seperti diansir dari laman Women's Health.

    Propolis juga merupakan anti-inflamasi yang kuat yang mengandung "asam amino, asam fenolik, ester asam fenolat, flavonoid, asam sinamat, terpenoid, dan asam caffeic" menurut Louie Lopez, direktur pemasaran di merek yang berfokus pada propolis Banila Co. Membantu mengurangi iritasi akibat jerawat (atau luka lain) serta mempercepat proses penyembuhan. Dan mirip dengan tanaman lidah buaya, propolis adalah pilihan yang bagus bagi mereka yang menderita sengatan matahari atau sengatan angin karena mengurangi peradangan dan melindungi pelindung kulit yang rusak.

    Bahan ini benar-benar aman untuk digunakan dalam rutinitas perawatan kulit sehari-hari Anda. Ini memberikan kelembapan bagi mereka yang memiliki kulit kering, dan bahkan direkomendasikan untuk mereka yang memiliki kulit berminyak karena "tampaknya dapat menyerap" menurut Dr. Gohara. “Ini membantu dalam proses anti-penuaan. Ia juga memiliki sifat anti-inflamasi — banyak orang bersumpah demi kulit mereka," ujarnya. Ketika ditanya jenis produk berbasis propolis apa yang akan direkomendasikan Dr. Gohara kepada pasiennya, dia berkata bahwa dia akan merekomendasikan serum karena produknya sangat terkonsentrasi tetapi Anda tidak membutuhkan banyak.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...