Kourtney Kardashian Sebut Masker Bedah Memicu Kanker, Pakar Ungkapkan Faktanya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kourtney Kardashian. Instagram/@kourtneykardash

    Kourtney Kardashian. Instagram/@kourtneykardash

    TEMPO.CO, JakartaKourtney Kardashian mendapat kritik karena menyebarkan klaim tentang risiko kesehatan penggunaan masker bedah di Instagram Story pada Halloween lalu. Dia mengunggah tulisan tanpa atribut yang berbunyi, “Masker biru yang diwajibkan di toko grosir & pesawat terbang terbuat dari PTFE, karsinogen yang terbuat dari fluorida sintetis.”

    Menurut New York Post, Selasa, 3 Oktober 2020, peringatan medis tentang PTFE, atau polytetrafluoroethylene - bahan kimia buatan manusia yang ditemukan dalam pelapis alat masak antilengket seperti teflon – diunggah Kourtney bersama gambar masker bedah biru tiga lapis sekali pakai.

    Tulisan itu berlanjut, “Menurut Cancer.Org, hal itu meningkatkan risiko tumor hati, testis, pankreas, ginjal & payudara + kolitis ulserativa, penyakit tiroid, preeklamsia dan kolesterol tinggi. Paparan yang tinggi dapat menyebabkan gejala mirip influenza dan pendarahan di paru-paru, yang menyebabkan mati lemas."

    Kardashian juga menambahkan komentarnya sendiri: emoji mata terbelalak dan satu lagi dengan kepala meledak. Kini unggahan itu sudah tidak bisa ditemukan lagi di Instagramnya. 

    ADVERTISEMENT

    Kourtney Kardashian mengunggah misinformasi tentang masker bedah pemicu kanker. (Instagram/New York Post)

    American Cancer Society (ACS), yang disebut sebagai sumber tulisan, mengecam klaim tersebut. “Tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa keberadaan PTFE dalam masker menyebabkan kanker,” kata William Cance, kepala medis dan ilmuwan ACS, kepada New York Post.

    “Sebagai ahli onkologi bedah, saya, bersama dengan ribuan kolega di bidang perawatan kesehatan, telah memakai masker selama bertahun-tahun untuk melindungi pasien dari penyebaran infeksi,” Cance menambahkan.

    Sebuah artikel yang diterbitkan ACS tentang bahan kimia yang ditemukan dalam peralatan masak bahkan tidak mengeksplorasi PTFE, hanya memperingatkan bahan kimia lain, asam perfluorooctanoic, atau PFOA, yang memiliki potensi memicu masalah kesehatan.

    Selain itu, masker tidak disebutkan dalam tulisan. Masker yang telah terbukti membantu mencegah penularan partikel virus Corona tidak berbahaya jika digunakan dengan benar.

    Bahan kimia yang dimaksud mungkin hanya berbahaya, dan menyebabkan gejala mirip influenza yang disebutkan oleh Kardashian, saat benda yang mengandung senyawa tersebut - seperti panci berlapis teflon - dipanaskan hingga setidaknya 500 derajat Fahrenheit (sekitar 260 derajat Celcius), merusak lapisannya dan melepaskan asap. Dengan kata lain, jangan memasak dan memakan masker.

    Awal Oktober lalu, beredar juga klaim yang menyebutkan masker menyebabkan penggunanya kekurangan oksigen dan berisiko terkena kanker. 

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan di situs webnya bahwa kanker berasal dari transformasi sel normal menjadi sel tumor. Hal ini terjadi dalam interaksi antara faktor genetik dan tiga jenis karsinogen eksternal yaitu fisik, kimiawi, dan biologis. WHO menjelaskan bahwa "antara 30-50% kanker saat ini dapat dicegah dengan menghindari faktor risiko dan menerapkan strategi pencegahan berbasis bukti."

    NEW YORK POST | REUTERS 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.