Melaney Ricardo Terinfeksi Covid-19, Gejalanya Menggigil, Mual dan Nyeri Sendi

Reporter

Editor

Yunia Pratiwi

Melaney Ricardo saat memberikan penjelasan tentang Covid-19 yang dialaminya dalam vlog Youtube-nya. Youtube.com/Melaney Ricardo

TEMPO.CO, Jakarta - Presenter Melaney Ricardo mengungkapkan pengalamannya terinfeksi Covid-19 melalui vlog Youtube terbaru yang diunggah 2 November 2020. Dalam vlog tersebut dia mengatakan pertama kali terinfeksi Covid-19 pada awal Oktober 2020.

“Gejala pertama yang aku rasakan adalah menggigil, dan kedua enggak panas pada saat itu, tapi merasa sumeng (hangat) dan saat itu aku berpikir aku kelelahan karena pekerjaan, dan yang paling aku rasakan yang paling menonjol adalah semua sendi dan tulang rasanya benar-benar ngilu parah,” ujar Melaney Ricardo yang sempat mencoba vegetarian lalu beralih menjadi Pescatarian.

Melaney Ricardo mengatakan gejala Covid-19 yang dia ketahui adalah batuk, namun dia justru merasa mual sepanjang hari. Hal ini membuatnya yakin tidak terinfeksi. Terlebih lagi dia rutin melakukan tes rapid. “Dari pengalamanku rapid tidak bisa akurat, jadi kalau kalian merasa ada yang salah dengan badan kamu, itu tidak batuk atau sesak lebih baik menjaga PCR Swab aja,” kata ibu dua anak ini yang sempat rapid test namun darahnya tidak bisa keluar.

Setelah melakukan PCR Swab baru diketahui bahwa Melaney positif Covid-19. Tak pernah terpikirkan sebelumnya kalau dia akan terinfeksi corona. “Aku banyak mendengar berita dari teman-teman, itu membuatku takut, karena aku punya dua anak saat itu ketemu aku, ibuku yang punya penyakit darah tinggi dan ayahku yang sudah pasang ring jantung,” ujarnya. Beruntungnya seluruh keluarga dan anggota rumah orang-orang yang berinteraksi dengannya negatif Covid-19.  Meski ada satu orang yang sempat positif dalam kategori orang tanpa gejala lalu berangsur pulih sampai akhirnya negatif Covid-19.

Melaney Ricardo kemudian menjalani perawatan di sebuah rumah sakit. Setelah sempat melakukan tes thorax dan CT Scan untuk menentukan perawatan lebih intensif di rumah sakit atau karantina mandiri di rumah. “Ternyata aku mengalami anemia, Hb sangat rendah, defisit zat besi, saat EKG di jantung ada sesuatu, jadi pada dasarnya virus ini seperti mengacak semua organ, paru-paru ku ada noda,” ujar wanita 40 tahun yang dirawat 2 minggu di rumah sakit.

Kini Melaney Ricardo telah sembuh dari Covid-19. Dia pun mengingatkan pada publik bahwa virus corona ini benar ada. “Mau percaya ini konspirasi atau bukan konspirasi terserah kamu, saya hanya ingin memberi tahu saya yang sudah mengalami Covid sangat menyebalkan, sakit banget ini mengacaukan semua sistem tubuh kamu, banyak mengeluarkan uang juga,” katanya. “Dan yang paling utama Covid tidak hanya menyerang badan kamu tapi juga mental kamu, karena saat sakit positif Covid-19 harus diisolasi enggak bisa ketemu anak-anak dan pasangan, jadi melalui vlog ini jangan merasa kamu imun terhadap virus dan sekali kamu dapet jangan sampai kamu jadi pembawa untuk keluarga.”

Melaney Ricardo juga memberikan pesan untuk semua orang yang berjuang dengan Covid-19 bahwa tidak apa-apa jika mengalaminya, sebab menurut dia Covid-19 bisa disembuhkan tapi jangan disepelakan. “Kalau aku bisa sembuh kalian juga bisa,” ujarnya. Dia menambahkan pengalamannya terinfeksi Covid-19 seperti melatih mental dan keimanan pada Tuhan. “Semua orang bisa terinfeksi virus, karena ini pandemi, kamu harus sadar sama virus ini tapi jangan paranoid semakin paranoid, membuat imun kamu drop.”

Di bagian terakhir vlog-nya, Melaney Ricardo menunjukkan hari demi hari saat ia mengalami Covid-19 hingga ia sembuh. Sejak ia pertama kali menjalani perawatan di rumah sakit pada 4 Oktober hingga 20 Oktober 2020. Termasuk saat video call dengan kedua anaknya Chloe dan Courage di rumah sakit. Ia juga sempat vlog menunjukkan kamar tidur perawatannya demi tetap produktif selama di rumah sakit. Setelah pulang ke rumah pun ia menjalani karantina mandiri selama 2 minggu.






Legionellosis Mirip Covid-19, Waspadai Gejalanya

9 jam lalu

Legionellosis Mirip Covid-19, Waspadai Gejalanya

Kenali gejala legionellosis yang bervariasi, bisa menyebabkan beragam tingkat keparahan, mulai dari demam ringan hingga bentuk pneumonia serius.


Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

22 jam lalu

Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

Pakar menjelaskan batuk kronik berkepanjangan hingga beberapa bulan dapat mengindikasikan penyintas mengalami long COVID-19.


Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

1 hari lalu

Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

Warga China minta para ahli epidemi berbicara dan pemerintah melakukan penelitian komprehensif dan transparan untuk meninjau kebijakan nol Covid.


Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

1 hari lalu

Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

Pemerintah resmi membuka penawaran ORI (Obligasi Negara Ritel Indonesia) seri ORI022 mulai hari ini, Senin, 26 September 2022 pukul 09.35 WIB.


CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

2 hari lalu

CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

CEO Pfizer Inc, Albert Bourla, pada Sabtu, 24 September 2022, mengumumkan positif Covid-19 untuk kedua kalinya.


Penyebab Gagal Hati dan Pengobatannya

2 hari lalu

Penyebab Gagal Hati dan Pengobatannya

Beberapa kasus gagal hati tidak memiliki gejala apapun hingga berangsur pada kondisi serius. Namun, beberapa penderita umumnya mengalami gejala ini.


Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

3 hari lalu

Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

Presiden Putin memerintahkan wajib militer bagi warga untuk berperang membela Rusia di Ukraina, tapi panggilan dinilai hanya untuk warga daerah miskin


Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

4 hari lalu

Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

Hong Kong akan menghapus kebijakan wajib karantina hotel Covid-19 untuk semua kedatangan mulai 26 September 2022


Waspadai Gejala Penyakit Kawasaki pada Anak

4 hari lalu

Waspadai Gejala Penyakit Kawasaki pada Anak

Penyakit kawasaki umumnya menyerang anak-anak di bawah 5 tahun dan menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening dan selaput lendir pada kulit.


Jepang Longgarkan Aturan Covid-19 untuk Wilayah Perbatasan

4 hari lalu

Jepang Longgarkan Aturan Covid-19 untuk Wilayah Perbatasan

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pada Kamis, 22 September 2022, mengumumkan Jepang akan melonggarkan aturan Covid-19 di wilayah perbatasan