Kadar Kakao Ideal dan Takaran Cokelat Hitam yang Baik untuk Jantung

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cokelat Hitam. Unsplash.com/Charisse Kenion

    Cokelat Hitam. Unsplash.com/Charisse Kenion

    TEMPO.CO, Jakarta - Berbagai penelitian telah menemukan bahwa konsumsi cokelat dalam jumlah sedang dapat bermanfaat bagi jantung. Tapi cokelat hitam sering kali menjadi pilihan terbaik.

    Cokelat hitam umumnya mengandung lebih sedikit gula dibandingkan jenis cokelat lainnya. Lebih penting lagi, ini memiliki konsentrasi bubuk kakao yang lebih tinggi. Kakao terbuat dari biji kakao yang memiliki antioksidan dan flavanol tingkat tinggi, dua zat yang dikaitkan dengan kesehatan jantung. 

    Namun, sebelum Anda mulai makan cokelat hitam, luangkan waktu sejenak untuk memahami apa yang dikatakan sains - dan tidak dikatakan - tentang cokelat hitam dan jantung Anda.

    Manfaat jantung coklat hitam berasal dari jumlah besar kakao yang dikandungnya. Seperti banyak zat nabati lainnya, kakao memiliki manfaat kesehatan jantung. Flavonoid, sejenis molekul yang ditemukan dalam kakao - juga apel, jeruk, teh, dan makanan nabati lainnya - telah ditemukan menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Flavanol, subkelompok flavonoid yang sangat kaya akan cokelat hitam, juga dapat berdampak positif pada kesehatan jantung.

    Flavanol memiliki sifat antioksidan. Antioksidan - ditemukan dalam kakao, beri, bayam, dan makanan nabati lainnya - adalah molekul alami yang dapat memperbaiki sel yang rusak dan mungkin dapat mengurangi risiko penyakit jantung.

    Misalnya, penelitian telah menemukan bahwa mengonsumsi makanan yang tinggi antioksidan dan flavonoid dapat bermanfaat bagi jantung Anda. Secara khusus, sebuah studi tahun 2017 di Journal of American Heart Association menyimpulkan bahwa dark chocolate, cocoa, dan almonds dapat mengurangi risiko penyakit arteri koroner, jenis penyakit jantung yang paling umum.

    Studi tersebut mengamati individu yang kelebihan berat badan dan obesitas berusia 30 hingga 70 tahun, yang dibagi menjadi tiga kelompok: satu yang makan makanan khas Amerika, yang lain memasukkan almond, dan yang ketiga memasukkan almond dan coklat hitam. Kelompok yang mengonsumsi cokelat hitam dan almond mengalami penurunan kolesterol LDL terbesar, yang dianggap sebagai faktor risiko utama penyakit jantung.

    Sebelum Anda menyantap sepotong cokelat hitam, penting untuk diingat bahwa moderasi adalah kuncinya, kata Lauren Gilstrap, MD, seorang ahli jantung di Dartmouth-Hitchcock Health Center.

    "Saya tidak berpikir siapa pun akan makan cukup cokelat untuk menurunkan kolesterol dan tekanan darah mereka tanpa melakukan banyak kerusakan lain pada gula darah, berat badan, dan hal-hal seperti itu," kata Gilstrap, seperti dilansir dari laman Insider.

    Penelitian juga menekankan hal ini cokelat hitam hanya boleh dikonsumsi tanpa melebihi kebutuhan energi, atau terlalu banyak mengonsumsi kalori, menurut penelitian dalam Journal of American Heart Association. Tidak ada dosis cokelat hitam yang disarankan, tetapi peserta penelitian mengonsumsi 43 gram cokelat hitam per hari.

    Selain itu, manfaat cokelat hitam paling kuat bila ada konsentrasi kakao yang lebih tinggi: sekitar 80 persen atau lebih. Cokelat hitam jenis itu bisa terasa pahit dan tidak terlalu populer di kalangan konsumen, kata Gilstrap, meski jelas lebih sehat daripada cokelat putih atau susu.

    Jika Anda mendambakan camilan, cokelat hitam adalah pilihan yang lebih sehat daripada junk food tinggi gula dan lemak lainnya. Tetapi jika Anda mencari manfaat jantung yang terkait dengan flavonoid dan antioksidan, Anda juga ingin makan lebih banyak almond, beri, apel, jeruk, bayam, dan minum teh hitam atau hijau.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.