Manfaat Jahe yang Didukung Penelitian, Anti Inflamasi Hingga Mengatur Gula Darah

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Jahe. Pixabay.com

    Ilustrasi Jahe. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Jahe biasanya digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Jahe memberi makanan kita rasa, aroma yang unik dan memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Dari meredakan gejala pilek hingga mengurangi keasaman.

    Jahe kaya akan antioksidan dibandingkan banyak makanan lainnya. Hanya buah delima dan buah beri yang mengunggulinya dalam hal kandungan antioksidannya. Sementara antioksidan membantu mencegah stres oksidatif, suatu proses yang terkait dengan penyakit seperti diabetes, stroke, dan kanker. Stres oksidatif terjadi ketika terlalu banyak molekul radikal bebas yang diproduksi oleh proses metabolisme. Antioksidan membantu dengan menstabilkan radikal bebas dan mencegah stres oksidatif sehingga mencegah kita dari penyakit.

    Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2017 menguji efek antioksidan jahe pada pasien kanker yang menerima kemoterapi. Pasien yang menerima ekstrak jahe setiap hari memiliki tingkat antioksidan yang lebih tinggi dan tingkat stres oksidatif yang lebih rendah daripada kelompok plasebo.

    Radikal bebas yang berlebihan dapat menyebabkan peradangan, yang merupakan respons alami tubuh terhadap benda asing yang berbahaya. Peradangan hilang saat tubuh Anda sembuh. Tetapi jika seseorang mengalami stres oksidatif, dapat menyebabkan peradangan kronis. Peradangan kronis dapat menyebabkan penyakit seperti serangan jantung dan nyeri kronis seperti artritis. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2001 menemukan bahwa pasien osteoartritis yang mengonsumsi ekstrak jahe dua kali sehari selama enam minggu telah mengurangi nyeri lutut akibat peradangan.

    ADVERTISEMENT

    Fakta bahwa jahe dapat membantu meringankan gejala mual dan muntah adalah fakta yang terbukti. Ini adalah obat yang aman dan efektif untuk wanita hamil yang mengalami mual di pagi hari. Dalam sebuah penelitian kecil yang dilakukan pada tahun 2019, ditemukan bahwa wanita hamil yang mengonsumsi kapsul jahe 250 mg selama empat hari mengalami lebih sedikit mual dan muntah dibandingkan wanita lain yang tidak mengonsumsi kapsul.

    Jahe juga bekerja secara ajaib sebagai obat untuk kram menstruasi. Ini menekan bahan kimia yang membuat rahim Anda berkontraksi dan menyebabkan rasa sakit. Dalam sebuah penelitian, ditemukan bahwa 750-2000 mg bubuk jahe dapat membantu meredakan nyeri selama tiga hingga empat hari pertama siklus menstruasi.

    Ada bukti yang menunjukkan bahwa jahe dapat membantu mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Orang yang mengonsumsi 2 gram bubuk jahe per hari mengalami peningkatan gula darah, menurut sebuah penelitian.

    Studi lain menemukan bahwa mengonsumsi kapsul jahe menurunkan kadar gula darah pada wanita yang menderita diabetes gestasional.

    Anda dapat menambahkan jahe dalam makanan harian Anda dengan cara:
    - Tambahkan jahe ke teh herbal atau teh masala
    - Tambahkan jahe cincang segar ke kari dan tumis
    - Tambahkan bubuk jahe ke smoothie Anda
    - Tambahkan jahe sambil memanggang cookies, cake dan pastry.
    - Minum jahe dengan air hangat untuk meredakan sakit tenggorokan.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.