Mengenal 4 Tipe Mastektomi untuk Pengobatan Kanker Payudara

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kanker payudara. Shutterstock.com

    Ilustrasi kanker payudara. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Operasi pengangkatan payudara atau mastektomi menjadi pilihan pasien kanker payudara. Mastektomi dapat mencegah virus kanker menyebar ke organ-organ tubuh lainnya.

    Spesialis onkologi, Desak Gede Agung Suprabawati mengatakan ada beberapa jenis mastektomi untuk pasien kanker payudara.

    Pertama, mastektomi sederhana atau simple. Jenis ini mengangkat seluruh kelenjar payudara dan puting.

    Kemudian mastektomi radikal modifikasi yang mengangkat kelenjar getah bening di ketiak karena ketiak adalah pangkal utama kelenjar getah bening di payudara.

    "Dari spesimen operasi nanti bisa ditentukan apakah kankernya sudah menyebar ke kelenjar getah bening di ketiak, apakah kankernya sudah terangkat semua atau tidak," ujarnya dalam diskusi online memperingati Bulan Kesadaran Kanker Payudara yang digelar PT Kalbe Farma, Sabtu, 17 Oktober 2020. 

    Dijelaskan Desak, prosedur mastektomi tidak hanya untuk tumor ganas atau kanker, namun juga tumor jinak yang ukurannya besar atau biasa disebut tumor filodes.

    "Kendati jinak karena sudah tidak ada lagi jaringan payudara yang tersisa, maka harus diangkat seluruh payudara tapi tidak disertai kelenjar getah bening," jelasnya.

    Jenis mastektomi selanjutnya yakni nipple sparing seperti yang pernah dilakukan Angelina Jolie. Artis Hollywood itu memiliki mutasi gen kanker dari orang tuanya. Mutasi gen seiring berjalan waktu, semakin bertambah usia, potensi kena kankernya semakin besar. Jenis prosedur ini mengangkat seluruh payudara namun mempertahankan puting.

    Desak menyebut ada pula mastektomi skin sparing. Prosedur operasi yang dilakukan yakni membuat puting payudara namun kulitnya dipertahankan.

    "Kalau seperti itu bisa dilakukan rekonstruksi internal. Bisa pakai jaringan tubuh pasien sendiri, bisa juga pakai silikon," jelasnya.

    Desak menyebut untuk melakukan prosedur mastektomi, perlu dipastikan dulu kondisi tumor yang dialami. Apakah dalam kondisi jinak atau ganas.

    "Untuk persiapan, melakukan foto, bisa mamografi bisa USG. Bahkan kalau dalam kondisi tidak jelas atau meragukan kita bisa memakai MRI di payudara," pungkasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggunaan Masker Bagi Sebagian Orang Bisa Menimbulkan Jerawat

    Saat pandemi seperti sekarang ini penggunaan masker adalah hal yang wajib dilakukan.