Ibu Baru Melahirkan Jangan Buru-buru Turunkan Berat Badan, Ini Saran Dokter

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menyusui. MomJunction

    Ilustrasi menyusui. MomJunction

    TEMPO.CO, Jakarta - Hamil dan melahirkan membuat tubuh perempuan berubah. Salah satu yang paling menonjol adalah bertambahnya berat badan. Meski demikian, perempuan yang baru melahirkan sebaiknya menunggu beberapa bulan sebelum menerapkan diet untuk kembali langsing.  

    "Kalau baru sebulan melahirkan, konsentrasi untuk mencukupi kebutuhan ASI dulu. Kalau bisa menyusui secara eksklusif, berat badan akan ikut turun," kata dokter spesialis gizi klinik dari RS Pondok Indah - Pondok Indah Juwalita Surapsari dalam webinar "Weight Loss Diet: Mana yang Terbaik?", Rabu, 14 Oktober 2014.

    Salah satu kuncinya adalah mengonsumsi makanan bergizi dan mengurangi asupan yang kurang baik, seperti makanan dan minuman dengan perisa manis tambahan yang tinggi kalori.

    Makan tiga kali sehari ditambah dua atau tiga kali hidangan selingan sah-sah saja, apalagi perempuan yang sedang menyusui biasanya memang cepat merasa lapar.

    ADVERTISEMENT

    Tapi sebaiknya Anda memilih camilan dengan densitas kalori yang rendah, seperti sayur dan buah, jika ingin ASI lancar dan berat badan turun.

    Saat pasokan ASI untuk buah hati sudah stabil, misalnya pada bulan ketiga atau keempat, Anda diperbolehkan untuk menerapkan aturan pola makan untuk menurunkan berat badan.

    Dia menyarankan untuk memilih diet seimbang, di mana semua nutrisi tercukupi. Coba ganti karbohidrat yang tinggi serat, seperti umbi-umbian. Carilah sumber protein yang rendah lemak, misalnya telur, daging ayam tanpa kulit juga ikan. Kombinasikan protein hewani dengan protein nabati.

    Untuk camilan, cari makanan yang kaya nutrisi agar Anda kenyang tapi tetap sehat.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Ganda Putri Indonesia Masuk Semifinal Olimpiade Pertama dalam Sejarah

    Pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, lolos ke semifinal badminton di Olimpiade 2020. Prestasi itu jadi tonggak olahraga Indonesia.