Curhat Nagita Slavina Soal Rafathar, Tak Ada Orang Tua yang Ingin Anaknya Sedih

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Tengah) Nagita Slavina bersama suami, Raffi Ahmad, dan anak, Rafathar Malik Ahmad. Foto keluarga ini menyambut Hari Raya Idul Fitri 1441 H pada Ahad, 24 Mei 2020. Rio Motret didaulat menjadi fotografernya. Instagram.com/@raffinagita1717

    (Tengah) Nagita Slavina bersama suami, Raffi Ahmad, dan anak, Rafathar Malik Ahmad. Foto keluarga ini menyambut Hari Raya Idul Fitri 1441 H pada Ahad, 24 Mei 2020. Rio Motret didaulat menjadi fotografernya. Instagram.com/@raffinagita1717

    TEMPO.CO, Jakarta - Anak semata wayang Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Rafathar, menjadi trending topic di Twitter karena ucapan Raffi saat menjadi tamu di podcast Deddy Corbuzier, yang tayang di YouTube pada Sabtu, 3 Oktober 2020.

    Di podcast itu Raffi bercerita bahwa Rafathar yang saat ini berusia 6 tahun berkali-kali menolak ayahnya disorot kamera. Satu kali, Raffi Ahmad memintanya untuk syuting demi memenuhi kewajibannya.

    "Aa, yuk bantuin Papa. Tolong deh A, sebentar aja kliennya sudah nunggu tiga jam. 'Oke, Aa bantuin Papa.' Setelah cut, dia bilang, 'Udah nih Pah, puas?'" kata Raffi menirukan ucapan Rafathar.

    Menurut Raffi, Rafathar yang sejak bayi sudah mengenal kamera suatu kali masuk ke dalam kamarnya, menyampaikan permintaan agar privasinya sebagai anak yang ingin bermain tetap dihormati.

    ADVERTISEMENT

    "Bisa enggak sih Pah, ketemu sama Aa nggak usah pakai kamera," kata Raffi menirukan perkataan anaknya itu.

    Karena obrolan itu, warganet banyak yang mengira bahwa Rafathar tertekan dituntut selalu tampil di depan kamera. 

    Namun, anggapan warganet dibantah Nagita lewat video di kanal YouTube Rans Entertainment bertajuk Raffi & Nagita Bahas Rafathar dari A-Z, Senin, 5 Oktober 2020.

    Dalam video itu, Gigi, panggilan Nagita, berbicara soal cara mendidik Rafathar. Ia mengatakan jika dia dan Raffi hingga saat ini masih suka berdebat bagaimana memberikan yang terbaik.

    "Jadi apa yang mungkin terlihat orang banyak ya nggak melulu sama. Aku tuh nggak mau memaksa, kalau dia nggak mau, aku juga nggak memaksa. Aku ingin mengajarkan kalau dia juga punya haknya sendiri buat bilang apa yang dia nggak suka," ucap Nagita.

    Belajar buat menyatakan apa keinginan sang anak tersebut secara teknis dia terapkan, misalnya ketika Nagita dan Raffi sedang ada kerjaan syuting. "Nah malam sebelumnya kami minta persetujuan dulu, jadi kalau pun kami ingatkan ya sesuai dengan apa yang dia bilang," ujar Nagita.

    Namun kondisinya, lanjut Nagita, terkadang Rafathar merasa terpaksa, misalnya anak-anak lain pada main kok dia syuting sendiri. "Kan anak-anak sebaya yang tinggal satu rumah bukan Rafathar sendiri. Wajar kalau ingin bermain juga," katanya.

    Perempuan kelahiran 17 Februari 1988 ini mengakui bahwa sebenarnya Rafathar bisa dibilang anak yang pemalu untuk tampil. Jadi kadang di balik dia galak atau marah sebenarnya malu. Sikap galaknya hanya jadi cara dia menunjukkan rasa tidak percaya diri. Apalagi jika tampil di lingkungan baru. Dia bahkan pakai topeng supaya lebih nyaman kalau lagi di keramaian.

    "Aku sebagai ibu selalu mengajak Rafathar ngobrol sebelum tidur, hari ini ngapain saja dan hal apa saja yang tidak dia suka. Termasuk Rafathar juga terbiasa mengungkapkan apa yang dia inginkan," tambah dia.

    Nagita juga bilang tidak memaksa nanti Rafathar mau jadi apa, sesuai dengan apa maunya dia saja.

    "Ujung-ujungnya terserah dia mau jadi apa, kami nggak memaksakan selamanya ada di dunia entertainment. Lebih ke supaya dia tahu bagaimana pekerjaan orang tuanya, dan aku selalu dekat sama Rafathar," ucapnya.

    Dalam video tersebut, Nagita dan Raffi juga mengucapkan terima kasih sudah sayang dan perhatian sama Rafathar apapun bentuknya. Pastinya, lanjut Nagita, dia dan Raffi adalah orang pertama yang tidak mau anak mereka jadi susah.

    "Nggak mungkin ada orang tua yang pengen bikin anaknya susah dan sedih. Setiap orang tua punya caranya masing-masing mendidik anak, orang tuanya lah yang paling tahu anaknya bagaimana," kata Nagita Slavina yang tak kuasa membendung tangisnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...