Cerita Pravita, Penyintas Kanker Payudara yang Punya Dua Jurus Berdamai

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pravita, penyintas kanker payudara (dok. pribadi)

    Pravita, penyintas kanker payudara (dok. pribadi)

    TEMPO.CO, Jakarta - Lima tahun lalu, tepatnya awal Agustus 2015, dunia Pravita seketika berubah usai mendapatkan kado vonis kanker payudara stadium dua oleh dokter di hari ulang tahunnya. Apalagi, vonisnya datang kala anak kembarnya Aiko dan Eiko baru berusia dua tahun.

    Dukungan dari keluarga dan sahabat terdekat datang mengalir. Vita membulatkan niatnya untuk menempuh jalur medis. Walhasil, benjolan di payudaranya berhasil diangkat melalui operasi. Setelah operasi baru radiasi dan kemoterapi. Sampai sekarang Pravita masih rutin kontrol enam bulan sekali.

    Sekarang, Pravita sudah dinyatakan bebas dari kanker payudara. Belajar dari pengalaman tersebut, Vita menyebut ada dua jurus agar tidak hanyut dalam perasaan sedih dan takut ketika menjadi seorang survivor.

    Jurus tersebut adalah menjaga pikiran alias tetap berpikiran positif, dan menjaga hati. Menurut ibu empat anak itu, pikiran positif sangat penting untuk bertahan dari kanker payudara yang selama ini menjadi momok.

    ADVERTISEMENT

    "Adapun menjaga hati itu juga penting agar kita bisa ikhlas dan tulus. Kalau sudah ikhlas, maka penyakit-penyakit itu akan jauh," ungkap Pravita yang juga aktif di Yayasan Kanker Payudara Indonesia.

    Saat ini Pravita tengah terlibat menjadi Brand Ambassador Wardah produk lipstik terbaru Wardah x Ayang Cempaka, Pravita merasa bangga dan tak pernah menyangka jika dirinya bisa menjadi bagian penting dari kosmetik favoritnya itu. 

    "Tagline-nya One pink one hope, maknanya mendalam buat teman-teman di YKPI untuk meningkatkan awareness bagi survivor dan warrior untuk tetap semangat dan Bersatu. Caranya dengan melakukan deteksi dini, jadi bila terjadi sesuatu kita jadi bisa tahu apa yang bisa kita lakukan," ucap Pravita dalam peluncuran kampanye #OnePinkOneHope yang diinisiasi oleh Wardah, YKPI, dan Ayang Cempaka, Minggu, 4 Oktober 2020.

    Hal itu dilakukan sebagaimana wujud perhatiannya untuk sama-sama aware pada kanker payudara. Sebab semua perempuan punya potensi terkena kanker payudara. Ketika mendapat support dan empati dari teman-teman bisa tambah menguatkan, rasanya seperti dipeluk.

    "Pendampingan dari teman-teman YKPI rasanya benar-benar dari hati bikin kami merasa nyaman. Kehadiran mereka sangat berarti, karena kalau mentalnya kuat maka proses kesembuhan pun akan semakin cepat. Apapun yang terjadi bisa menjadi lebih kuat," ungkapnya. 

    Sebagai perempuan menurut Pravita harus berani ambil tindakan. Sekalipun kita divonis kanker payudara, jangan takut untuk ambil pengobatan medis.

    "Buang pikiran negatif dan yakin kita bisa kalahkan kanker. Kita harus kuat, berani dan terus berpikiran positif. Dengan begitu kita bisa segera move on dari rasa sakit dan keterpurukan," ucapnya.

    Kini upaya Pravita ialah berusaha mengedukasi agar perempuan lebih waspada pada diri sendiri termasuk memeriksa tubuh sendiri dengan deteksi dini. Kemudian untuk pemeriksaan juga sebaiknya dilakukan pada metode medis supaya benar-benar mendapatkan diagnosis.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...