Desainer Kenzo Takada Meninggal karena Komplikasi Covid-19

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kenzo Takada, pendiri brand fashion Kenzo, meninggal pada Ahad, 4 Oktober 2020. (Instagram/@kenzotakada_official)

    Kenzo Takada, pendiri brand fashion Kenzo, meninggal pada Ahad, 4 Oktober 2020. (Instagram/@kenzotakada_official)

    TEMPO.CO, Jakarta - Desainer Jepang Kenzo Takada, pendiri brand Kenzo, meninggal di usia 81 tahun karena komplikasi virus corona. Ia mengembuskan napas terakhirnya di sebuah rumah sakit di Paris, saat pagelaran Paris Fashion Week tengah berlangsung.  

    Kabar kematian Kenzo Takada disampaikan juru bicaranya kepada media Prancis pada Ahad, 4 Oktober 2020. 

    "Dengan kesedihan yang luar biasa, merek K-3 mengumumkan kehilangan direktur artistik kenamaannya, Kenzo Takada. Desainer terkenal dunia itu meninggal dunia pada 4 Oktober 2020 karena komplikasi terkait Covid-19 pada usia 81 tahun di Rumah Sakit Amerika, di Neuilly-sur-Seine, Prancis,” demikian bunyi pernyataan itu.

    Kenzo dikenal sebagai desainer Jepang pertama yang sukses berkarier di Paris. Dia menekankan kecintaannya pada grafis dan motif bunga besar. Setelah hampir 30 tahun berkarier di Prancis, ia menjual rumah mode ke LVMH, perusahaan yang menaungi merek fashion besar termasuk Dior dan Louis Vuitton, pada 1993. Dia pensiun dari dunia mode enam tahun kemudian.

    Namanya kembali terdengar setelah meluncurkan merek interior dan peralatan rumah tangga Januari lalu. Langkah ini dilakukan lebih dari 50 tahun setelah dia pertama kali meluncurkan Jungle Jam, yang kemudian dikenal sebagai Kenzo.

    Lahir 27 Februari 1939, di Himeji dekat Osaka, dari orang tua yang mengelola hotel, Kenzo sangat menyukai fashion sejak kecil. Dia membaca majalah mode saudara perempuannya dan tertarik pada menggambar dan menjahit. Pada tahun 1958, setelah kematian ayahnya, ia mendaftar di perguruan tinggi mode Bunka di Tokyo, salah satu sekolah pertama yang menerima siswa laki-laki.

    Setelah lulus dia bekerja mendesain pakaian wanita untuk sebuah department store. Kenzo muda terinspirasi oleh perancang busana Prancis, Yves Saint Laurent, minat yang didorong oleh gurunya di Bunka yang pernah belajar di Paris.

    Pada 1965 ia meninggalkan Jepang dengan perahu melalui Hong Kong, Vietnam, dan India, tiba di pelabuhan Marseille, Prancis. Dari situlah dia ke Paris, awalnya hanya untuk berkunjung. Tapi akhirnya memberanikan diri tinggal di kota fashion itu.

    Dia tidak mengenal siapa pun di Ibu Kota Prancis itu, hanya berbicara sedikit bahasa Prancis, dan hampir tidak punya uang.

    Dia memproduksi koleksi pertamanya di butik kecil di Galerie Vivienne dari kain murah dari pasar Montmartre. Koleksi pertamanya diluncurkan pada 1970. Kemudian dia mendirikan rumah desainnya sendiri di Place des Victoires pada 1976. Koleksi pakaian siap pakai pria pertamanya adalah pada tahun 1983 dan parfum pertamanya, Kenzo Kenzo, mulai dijual pada tahun 1988.

    Dia pensiun dari fashion pada tahun 1999 untuk berkonsentrasi memproduksi desain artistik. Pada 2016, ia diangkat menjadi ksatria  Legion of Honour. Pada tahun 2019 dibujuk kembali mendesain fashion untuk membuat kostum produksi Madame Butterfly di Yayasan Tokyo Nikikai Opera Foundation.

    PEOPLE | CNN | THE GUARDIAN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.