Sarapan Bikin Berat Badan Naik? Simak Kata Ahli Gizi

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sarapan. Pixabay.com

    Ilustrasi sarapan. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sarapan berfungsi sebagai zat pembangun sepanjang hari. Namun masih ada yang mengganggap sarapan berpotensi menaikkan berat badan, sehingga masih banyak yang melewatkannya. 

    Ahli Gizi Emilia E Achmadi mengatakan yang membuat kita kelebihan berat badan adalah saat energi yang masuk lebih banyak daripada energi yang dikeluarkan dari aktivitas dalam sehari. 

    "Tubuh manusia membutuhkan regularitas asupan makanannya secara berkala. Kalau tidak ada lagi yang masuk maka terjadi gula darah menurun justru akan membuat kita gragas makan dengan kandungan gula dan lemak tinggi. Pada saat itu terjadi akan ada hormon lain yang tugasnya menurunkan metabolisme," ujar Emilia dalam peluncuran virtual Greenfields Milk Jersey, Rabu 23 September 2020.

    Jika makan tidak teratur, makan pilihan makan tidak ideal. Ditambah tidak olahraga justru sebetulnya menyebabkan berat badan naik semakin mudah. Kata kuncinya ialah regularitas, sumber energi baru dalam bentuk dan jumlah yang tepat.

    ADVERTISEMENT

    "Kalau pun sarapan itu baik dan sehat, perhatikan nutrisi yang kita makan Kalau yang kita makan teh kemasan dan gorengan nah itu hanya menyumbang kalori dan malah bikin masalah," seloroh Emilia.

    Menurut Emilia sarapan yang sehat mengandung kualitas protein yang tinggi misal telur dan susu, mengandung karbohidrat sederhana yang berkualitas seperti roti gandum, dan karbohidrat kompleks seperti buah potong. Komponen sarapan seperti itu yang akan membantu berat badan tetap terjaga.

    "Belum lagi saat ini, banyak orang yang memandang lemak sebagai kandungan yang tidak baik untuk tubuh. Sama seperti kandungan lainnya, terlalu banyak lemak memang tidak baik untuk tubuh kita," ucap Emilia.

    Namun sebenarnya, lemak itu kandungan yang penting untuk tubuh menyerap vitamin, terutama vitamin A dan D. Kalau ingin mengurangi kandungan lemak pada makanan, akan lebih baik jika mengurangi dari camilan-camilan seperti kacang atau gorengan.

    Selain itu, sebagai konsumen sebaiknya bijak dalam memilih makanan yang akan kita masukkan ke dalam tubuh. Pilihlah makanan-makanan yang bernutrisi dan memiliki kandungan-kandungan baik untuk tubuh. Salah satunya ialah memilih sarapan susu sapi segar yang menjadi salah satu sumber gizi terbaik untuk keluarga, orang dewasa maupun anak-anak.

    Susu sapi segar mengandung kalsium yang baik untuk kesehatan tulang, protein untuk membangun otot, vitamin & mineral yang dapat memperkuat daya tahan tubuh. Susu sapi segar juga merupakan salah satu sumber vitamin D yang alami yang aman untuk dikonsumsi setiap hari.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.