Gwyneth Paltrow Atasi Kerutan di Wajah dengan Xeomin, Apa Bedanya dengan Botox?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gwyneth Paltrow. Layne Murdoch Jr./Getty

    Gwyneth Paltrow. Layne Murdoch Jr./Getty

    TEMPO.CO, Jakarta - Gwyneth Paltrow pernah mengungkapkan bahwa dia tak pernah lagi melakukan suntik Botox untuk menghilangkan kerut di wajahnya. Alasannya, dia punya pengalaman buruk dengan produk itu. 

    "Aku terlihat gila. Aku mirip Joan Rivers!" kata aktris pemenang penghargaan, penulis, dan pengusaha wanita itu kepada Harper’s Bazaar. Joan Rivers dikenal sebagai aktris dan penyiar televisi yang banyak melakukan operasi plastik di area wajah. 

    Tapi pekan lalu, pendiri brand gaya hidup Goop itu mengungkapkan bahwa dia kini mengandalkan obat antikeriput lain untuk menghaluskan garis wajahnya dalam beberapa tahun terakhir.

    Dalam wawancara baru dengan People, aktris 47 tahun itu menggunakan Xeomin. Obat resep itu dapat dapat disuntikkan untuk mengatasi garis kerutan di antara alis. Dia bukan sekadar penggemar, tapi juga sudah menjadi wajah global dari merek tersebut.

    "Saya makan dengan baik. Saya berolahraga. Saya memiliki produk Goop yang luar biasa dan segalanya. Tetapi terkadang Anda perlu sedikit bantuan ekstra," katanya kepada majalah tersebut.

    Dia mencoba produk itu setelah direkomendasikan oleh seorang teman ahli bedah plastik. "Aku hanya merasa, oh sepertinya aku baru saja tidur siang yang nyenyak atau semacamnya."

    Mantan istri vokalis Coldplay, Chris Martin, itu juga mengatakan dia terkesan dengan label "bersih" Xeomin.

    "Menemukan produk yang sangat murni dan terbukti sangat penting. Itulah salah satu dari banyak alasan saya mulai menggunakan Xeomin beberapa tahun lalu," katanya.

    Dia juga bercerita tentang kerja samanya dalam postingan Instagram baru. "Saya sangat bersemangat untuk mencoba @xeominaesthetic (incobotulinumtoxinA) untuk garis kerutan saya, ini adalah suntikan anti-kerut yang dimurnikan secara unik dan tidak mengandung protein yang tidak perlu. Saya adalah penggemar berat," katanya.

    Apa sebenarnya Xeomin, apa bedanya dengan Botox? Dilansir dari Health.com, Xeomin — yang dikeluarkan oleh Merz Aesthetics — adalah obat resep untuk memperbaiki tampilan kerutan di antara alis, yang dikenal sebagai "sebelas" atau garis glabellar. Obat tersebut disuntikkan ke otot-otot di sekitar kerutan dalam 10 hingga 20 menit, menurut situs web Xeomin.

    Xeomin mengandung toksin botulinum tipe A, protein yang dimurnikan dari bakteri Clostridium botulinum. Meskipun ini adalah racun yang sama yang menyebabkan botulisme, penyakit langka namun serius yang menyerang saraf tubuh, toksin botulinum memiliki manfaat bila digunakan dengan benar dan dalam dosis kecil.

    “Suntikan ini bekerja sebagai neuromodulator untuk membantu merilekskan garis yang disebabkan oleh ekspresi wajah berulang (seperti mengerutkan atau menaikkan alis),” kata Kathleen C. Suozzi, MD, direktur dermatologi estetika di Yale Medicine dan asisten profesor Universitas Yale, kepada Health.

    "Ini bekerja dengan merilekskan otot wajah untuk melembutkan garis di sekitar mata, dahi, dan mulut," katanya. Hasil suntikan bertahan hingga tiga bulan, menurut situs web produk.

    Sementara, Botox — produk suntikan lain yang berfungsi untuk mengurangi garis halus — juga dibuat dari toksin botulinum tipe A. Hal yang membedakan Xeomin dari Botox dan neuromodulator lainnya adalah tidak mengandung protein tambahan, kata Nazanin Saedi , MD, seorang dokter kulit bersertifikat di Thomas Jefferson University, kepada Health.

    “Kurangnya protein ekstra dalam Xeomin mungkin juga mengurangi risiko alergi," kata Saedi, meskipun itu juga belum dibuktikan. Tapi untuk saat ini, "[Xeomin] memiliki efek yang sama seperti Botox untuk mengendurkan otot," katanya. "Studi yang disponsori perusahaan menunjukkan bahwa itu tidak kalah dengan Botox dan memiliki kemanjuran yang serupa."

    Untuk klaim bahwa Xeomin telah dimurnikan atau lebih bersih dibandingkan dengan suntikan lain, Suozzi mengatakan, "Ini adalah molekul yang lebih sederhana dan lebih kecil bila dibandingkan dengan neuromodulator lain, tetapi itu tidak berarti itu bersih versi Botox.”

    Saedi menambahkan bahwa, meskipun Xeomin lebih dimurnikan karena tidak memiliki protein tambahan, pada produk ini masih merupakan toksin botulinum.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.