Arumi Bachsin Ungkap Tantangan Dampingi Warga yang Jalani Isolasi Mandiri

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Istri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Arumi Bachsin, usai menghadiri pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur di Istana Negara, Jakarta, 13 Februari 2019. Tempo / Friski Riana

    Istri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Arumi Bachsin, usai menghadiri pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur di Istana Negara, Jakarta, 13 Februari 2019. Tempo / Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Di masa Pandemi Covid-19 ini dukungan dari warga dan pemerintah daerah setempat sangat dibutuhkan, khususnya untuk warga yang terdampak, baik secara kesehatan maupun ekonomi. Hal itu juga dirasakan oleh istri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Arumi Bachsin.

    Selain sebagai seorang ibu, sosok Arumi Bachsin belakangan ini semakin disibukkan dengan pendampingan dan penanganan, sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur. Menurut ibu dua anak ini dalam penanggulangan pandemi yang perlu perhatian ekstra ialah kepada kelompok rentan mulai dari pra-sejahtera, marginal, dan disabilitas.

    "Sebab mereka langsung terdampak baik dari segi kesehatan maupun di bidang ekonomi," ucap Arumi di Instagram Live bersama Staf Khusus dan Juru Bicara Presiden Bidang Sosial Angkie Yudistia, Jumat 18 September 2020.

    Arumi turut mengamati semakin prasejahtera keluarga, kondisi tempat tinggal juga tidak kondusif. Saat salah satu anggota keluarga atau tetangga yang jaraknya berdekatan rentan tertular virus. "Hal ini yang menjadi tantangan kami," imbuhnya.

    Belum lagi kesadaran untuk menjaga ketat protokol kesehatan di masyarakat juga menjadi tantangan khusus. Tak henti dia mengimbau bahwa menjaga kesehatan dimulai sejak dari keluarga, di rumah sendiri, kemudian di lingkungan sekitar. "Kami lebih menekankan pada dukungan secara humanis dan sosial karena tidak berkapasitas secara medis. Bagaimana tetap men-support mereka yang sedang menjalani isolasi mandiri," ungkapnya.

    Dia menambahkan, misalnya terdapat tetangga yang positif apalagi ibu atau perempuan yang menjadi pusat keluarga tentu sangat membutuhkan bantuan dari lingkungan sekitarnya. "Di sinilah peran kami sebagai kader yang membantu secara psikologis," ungkapnya. "Dengan mengimbau untuk konsumsi makanan bergizi, menjalankan protokol kesehatan. Dari TP PKK lebih ke penguatan psikologis warga sehingga berpengaruh pada kondisi imunitas mereka. Kami mengajak mereka buat happy terus agar membantu proses pemulihan."

    Menurut Arumi di masa pandemi ini semua berperan, baik sekecil apapun dalam bentuk solidaritas dan gotong-royong. "Masalahnya musuh kita ini tidak terlihat dan menyerang siapapun jadi dibutuhkan kebersamaan buat mengatasinya," pesan Arumi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Kasus Rangga, Bocah Yang Cegah Ibu Diperkosa

    Pada Kamis, 15 Oktober 2020, tagar #selamatjalanrangga trending di Facebook dan Twitter.