Citra Kirana Sempat Mengalami Masitis, Kenali Gejala dan Cara Mengobatinya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Citra Kirana. Instagram.com/@citraciki

    Citra Kirana. Instagram.com/@citraciki

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan selebritis Citra Kirana dan Rezky Aditya telah resmi menjadi orang tua. Citra melahirkan bayi laki-laki pada Jumat pagi, 28 Agustus 2020 melalui operasi caesar. Kabar gembira tersebut ia bagikan melalui unggahan di Instagramnya sekaligus mengumumkan nama putra pertamanya itu.

    Belum lama ini, Cirta Kirana membagikan pengalamannya tentang menyusui saat  mengalami masitis. Hal tersebut terungkap melalui kanal YouTube Ciky Citra Rezky bertajuk 'Citra Masuk ke UGD Tengah Malem!! Demam Tinggi!!' yang tayang pada 14 September 2020.

    Dalam video tersebut, pemeran sinetron Tukang Bubur Naik Haji ini menjelaskan mastitis atau peradangan pada jaringan payudara yang kerap terjadi pada ibu menyusui sehingga menyebabkan ia demam sampai 39,6 derajat celcius dan harus diabawa ke UDG. 

    "Kalau ibu yang menyusui tahu rasanya masitis, Kemarin tuh aku enggak kuat banget sih. Rasanya tuh peradangan payudara gitu kan mungkin alhamdulilah ASI aku banyak tapi aku tuh terus aku nggak kosongin, jadi nggak dipompa, mompa tuh tapi jarang dan itu ngga boleh karena ASI harus diproduksi dan terus dipompa," ujar Citra Kirana. 

    Ibu Keene Atharrazka Adhitya ini juga mengalami mual, pusing dan payudaranya sakit sekali. Belum lagi takut menyusui Athar secara langsung, karena ia takut anaknya ikut tertular demam. 

    Berbekal dari pengalamannya itu, Citra Kirana sekarang rajin memompa ASI. Tak lupa dia juga berpesan pada ibu-ibu di luar sana untuk tidak mengikutinya. "Aku tuh terlalu menyepelekan, sok-sok an merasa Athar sudah cukup ASI-nya jadi nggak perlu kosongin dan pompa. Sampai aku dimarahin temen-temen juga karena enggak pumping kalau abis nyusuin Athar," ungkapnya.

    Seperti yang dialami Citra Kirana, kondisi masitis kerap dijumpai pada ibu yang usai melahirkan dan sedang dalam proses menyusui. Melansir laman Better Health, Sabtu 19 September 2020 mastitis disebabkan oleh saluran susu yang tersumbat yang menyebabkan peradangan atau infeksi bakteri

    Gejala yang dirasakan saat ibu mengalami mastitis kondisi payudara menjadi panas, memerah, keras dan bengkak. Gejala lain bisa meliputi kulit mungkin tampak kencang dan berkilau, dan bergaris merah, bisa sampai demam atau suhu tubu tinggi,

    Faktor-faktor yang mempengaruhi tersumbatnya saluran susu,yang dapat menyebabkan mastitis, meliputi:

    1. Pelekatan hisapan bayi ke payudara ibu yang salah dan waktu menyusu sebentar

    2. Melewatkan atau menunda waktu menyusui

    3. Bra yang ketat atau tidak pas atau secara konsisten berbaring dalam satu posisi selama tidur

    4. Memegang payudara terlalu erat saat menyusui

    5. Trauma seperti tendangan dari balita atau tekanan dari sabuk pengaman.

    Faktor lain yang mempengaruhi seorang wanita untuk mastitis meliputi:

    1. Kesehatan fisik yang buruk

    2. Trauma puting yang disebabkan oleh pelekatan bayi yang salah saat menyusui

    3. Penggunaan krim puting susu yang dapat menampung bakteri.

    Oleh sebab itu, penting untuk mengobati saluran susu yang tersumbat agar tidak berkembang menjadi mastitis. Pilihannya meliputi: memastikan bayi menyusu dengan baik pada payudara yang sakit - menawarkan payudara yang terkena terlebih dahulu.
    Kemudian beri pijatan lembut pada area yang terkena selama menyusui, dan kompres dingin setelah menyusui. Lakukan pengosongan payudara yang sering melalui menyusui dan pemerasan atau pumping. Jika penyumbatan tidak hilang dalam waktu 8 hingga 12 jam atau Anda mulai merasa tidak enak badan, temui dokter Anda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggunaan Masker Bagi Sebagian Orang Bisa Menimbulkan Jerawat

    Saat pandemi seperti sekarang ini penggunaan masker adalah hal yang wajib dilakukan.