Selain Daunnya, Buah Kelor juga Berkhasiat untuk Cegah Diabetes hingga Kanker

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi buah kelor (Pixabay.com)

    Ilustrasi buah kelor (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Selain daunnya, buah kelor juga memiliki banyak khasiat yang tak kalah hebat. Buah yang sering disebut moringa ini berpotensi untuk mencegah berbagai penyakit. Jika daun dan bunganya sering jadi campuran produk kecantikan serta perawatan kulit, buah kelor lebih umum diolah menjadi makanan, seperti sayur bening dan sayur asem.

    Dari menurunkan kadar kolesterol hingga mencegah kanker usus besar, berikut tujuh manfaat buah kelor untuk kesehatan.

    1. Menurunkan kadar kolesterol

    Biji kelor yang diolah menjadi minyak mampu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

    Studi dalam jurnal Nutrients Multidisciplinary Digital Publishing Institute mengemukakan, minyak biji kelor mengandung zat bernama stanol yang berfungsi mengurangi kadar kolesterol. Kandungan ini juga bisa ditemukan pada minyak sayur.

    2. Mengatasi edema

    Edema adalah pembengkakan yang terjadi akibat penumpukan cairan pada jaringan tubuh. Penelitian yang diterbitkan pada jurnal Dakar Medical menunjukkan, moringa mengandung antiinflamasi yang berguna untuk mengobati peradangan dalam tubuh, seperti pada edema.

    3. Mengurangi risiko asma kambuh

    Pada penderita asma, otot bronkiolus bengkak dan meradang. Hal ini membuat udara susah dihirup sehingga penderita asma menjadi sesak napas.

    Studi dari jurnal Indian Journal of Pharmacology menemukan, kandungan senyawa alkaloid yang ada pada biji kelor mirip seperti obat asma efedrin. Senyawa alkaloid bekerja melemaskan otot bronkiolus yang menegang. Dengan demikian, senyawa ini dapat membantu penderita asma bernapas lebih baik.

    4. Mencegah diabetes

    Pada penelitian yang diterbitkan di jurnal Multidisciplinary Digital Publishing Institute menunjukkan, buah kelor memiliki sifat antihiperglikemia yang berguna untuk menurunkan gula darah tinggi akibat hiperglikemia.

    Hiperglikemia umumnya disebabkan oleh asupan makanan dengan indeks glikemik tinggi. Sebagai cara mencegah lonjakan gula darah yang terlalu tinggi, pankreas umumnya menghasilkan insulin. Namun jika kerja pankreas terlalu keras, insulin pun tidak bisa diproduksi dengan sempurna. Gula darah menjadi tinggi dan meningkatkan risiko diabetes.

    5. Mengurangi risiko kanker prostat

    Biji kelor kaya kandungan glukosinat yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu, kelor juga membantu mencegah hiperplasia prostat jinak yang kerap dialami pria seiring dengan bertambahnya usia. Pada kasus ini, prostat menjadi membesar sehingga pria sulit buang air kecil.

    6. Mencegah hipertensi

    Moringa diketahui mengandung isothiocyanates dan niazimin. Kedua kandungan ini membantu menghentikan penebalan pembuluh darah yang menyebabkan tekanan darah meningkat. Saat tekanan darah tinggi, hal ini menyebabkan hipertensi.

    7. Mencegah kanker usus besar

    Kandungan seratnya yang tinggi membantu menurunkan risiko kanker usus besar. Bahkan, sebagian besar kandungan pada buah kelor adalah serat.

    Penelitian terbitan jurnal Food Science and Human Wellness menemukan, jumlah kandungan serat dalam satu buah kelor dapat mencapai 46,78 persen. Serat diketahui bagus untuk menjaga kesehatan pencernaan. 

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggunaan Masker Bagi Sebagian Orang Bisa Menimbulkan Jerawat

    Saat pandemi seperti sekarang ini penggunaan masker adalah hal yang wajib dilakukan.