Bahaya Ibu Hamil Minum Soda, Obesitas Hingga Ganggu Perkembangan Otak Bayi

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu hamil berdiri di antara pepohonan. unsplash.com/Ryan Franco

    Ilustrasi ibu hamil berdiri di antara pepohonan. unsplash.com/Ryan Franco

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap ibu hamil disarankan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi terbaik. Baik untuk janin dalam kandungan serta untuk dirinya sendiri. Dari sekian banyak pantangan makanan untuk ibu hamil, salah satunya adalah larangan minum soda. Kandungan gula dalam minuman soda cukup tinggi. Konsekuensinya, risiko anak mengalami kelebihan berat badan saat berusia 1 tahun semakin tinggi. 

    Tapi sebenarnya jika ibu hamil minum soda dalam jumlah yang tidak terlalu banyak, maka masih terbilang aman. Dalam sehari, batas konsumsinya sebaiknya tidak lebih dari 330 ml. Namun, batasan ini bukan berarti ibu hamil boleh minum soda setiap harinya meski hanya segelas. Sebaiknya ganti minuman soda dengan air putih, air kelapa, atau jus buah dapat memberikan nutrisi lebih banyak bagi janin dalam kandungan.

    Beberapa efek samping jika ibu hamil minum soda berlebihan

    1. Risiko anak kelebihan berat badan

    Bagi ibu hamil, konsumsi pemanis tambahan buatan seperti yang ada dalam minuman bersoda dapat meningkatkan risiko anak kelebihan berat badan saat berusia satu tahun. Sebuah studi oleh University of Manitoba di Kanada dilakukan terhadap 2.413 ibu hamil. Sebanyak 30 persen dari ibu hamil mengonsumsi minuman dengan pemanis tambahan, sementara mereka yang mengonsumsinya setiap hari mencapai 5%. Hasilnya, anak-anak yang terlahir dari ibu yang mengonsumsi minuman bersoda berisiko dua kali lipat menjadi overweight ketika usianya menginjak satu tahun.

    ADVERTISEMENT

    2. Diabetes dan obesitas

    Tak hanya itu, konsumsi minuman bersoda dengan pemanis tambahan juga membuat ibu hamil rentan mengalami obesitas dan diabetes tipe 2. Jadi, seberapa pun populer dan menggiurkannya minuman bersoda, sebaiknya ibu hamil menghindari dulu mengonsumsinya.

    3. Bahaya kafein

    Di dalam soda juga terdapat kafein yang dapat menyebabkan insomnia, konstipasi, hingga dehidrasi akibat sifatnya yang diuretik. Kondisi ini berbahaya bagi perkembangan sistem saraf dan motorik bayi.Mengonsumsi lebih dari 300 mg kafein dalam sehari dapat menyebabkan keguguran. Sementara jika lebih dari 500 mg, dapat mengakibatkan masalah pernapasan pada bayi saat proses persalinan.

    4. Tidak baik untuk kesehatan tulang

    Berbeda dengan sparkling water, soda terbuat dari air berkarbonasi dan karbon dioksida. Jenis air ini dapat merusak kesehatan tulang dan menyebabkan seseorang mengalami nyeri tulang belakang. Padahal, ibu hamil memerlukan kekuatan tulang punggung untuk menyokong perut yang membesar. 

    Beberapa jenis air berkarbonasi hanya mengandung gas. Hanya saja, ada merek tertentu yang juga mengandung mineral seperti potasium dan sodium. Khusus untuk sodium, dapat mengakibatkan kenaikan tekanan darah yang berbahaya bagi ibu hamil.Jenis perasa seperti asam fosfat dalam minuman bersoda juga dapat berpengaruh terhadap kalsium tulang. Jika dikonsumsi berlebihan, dapat mengakibatkan pengeroposan tulang.

    5. Buruk bagi perkembangan otak bayi

    Sebuah penelitian tahun 2018 menemukan korelasi negatif jika ibu hamil minum soda terhadap perkembangan otak bayi. Kandungan pemanis tambahan dalam minuman bersoda dapat menyebabkan anak tumbuh dengan daya ingat buruk dan juga masalah non-verbal.

    SEHATQ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.